Data Center Batam Butuh Listrik 1,47 GW, BP Batam Dorong Infrastruktur Disiapkan Lebih Dulu

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:42 WIB
Pembangunan sebuah data center di Kawasan Nongsa, Batam. F. Cecep Mulyana / Batam Pos diperkaya akal imitasi
Pembangunan sebuah data center di Kawasan Nongsa, Batam. F. Cecep Mulyana / Batam Pos diperkaya akal imitasi

batampos - Pertumbuhan industri pusat data atau data center di Batam mulai mendorong kebutuhan listrik dalam skala besar. Berdasarkan pemetaan BP Batam, kebutuhan daya untuk operasional data center yang sudah beroperasi, telah memiliki komitmen investasi, maupun masih dalam tahap rencana mencapai sekitar 1,47 gigawatt (GW).

Besarnya kebutuhan tersebut membuat kepastian tarif, pasokan listrik yang andal, dan kesiapan infrastruktur energi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan investasi data center di Batam.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan kesiapan infrastruktur energi harus dilakukan sebelum investasi dalam skala besar masuk.

Hal itu disampaikan Fary dalam sosialisasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9).

Menurut pemetaan BP Batam, kebutuhan daya 1,47 GW tersebut berasal dari kapasitas data center yang sudah beroperasi, telah memiliki komitmen investasi, maupun masih dalam tahap rencana.

BP Batam memperkirakan 2029 menjadi salah satu titik penting. Pada tahun tersebut, kebutuhan listrik data center diperkirakan mulai mencapai lebih dari separuh beban puncak listrik Batam.

Pada saat yang sama, kebutuhan listrik Batam secara keseluruhan juga terus meningkat. PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik naik hampir tiga kali lipat, dari sekitar 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, PLN Batam merencanakan peningkatan kemampuan pasokan listrik hingga sekitar 3.691 MW.

Fary mengatakan kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur utilitas tidak dapat menunggu sampai investasi datang. BP Batam mendorong prinsip “Utility First, Investment Follows”, yakni utilitas disiapkan terlebih dahulu sebelum investasi masuk.

Ada lima hal yang menjadi perhatian, yakni tarif listrik yang kompetitif, kepastian pasokan energi, percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta memastikan investasi berjalan seiring dengan kesiapan utilitas.

“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” ujar Fary.

PLN Batam Siapkan Pasokan untuk Data Center

Kebutuhan energi dalam jumlah besar tersebut sejalan dengan perkembangan investasi data center di Batam. PLN Batam sebelumnya menyatakan kesiapan sistem kelistrikan untuk melayani pelanggan pusat data berskala besar.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan data center, terutama yang mendukung teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), membutuhkan listrik dalam jumlah besar dengan tingkat keandalan dan kualitas yang tinggi.

Karena itu, PLN Batam berkomitmen menjaga kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan investasi digital di Batam.

“PLN Batam siap menjadi mitra strategis dalam menyediakan listrik yang andal bagi investasi digital,” kata Kwin Fo dalam keterangan terkait dukungan PLN Batam terhadap pengembangan pusat data di Batam.

Salah satu bentuk kesiapan tersebut terlihat dari kerja sama penyediaan listrik untuk pengembangan pusat data DayOne di Batam.

PLN melalui PLN Batam telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas 511 MVA. Kapasitas tersebut disebut sebagai PJBTL terbesar untuk data center di Indonesia saat itu.

Kwin Fo menegaskan sistem kelistrikan PLN Batam siap melayani pelanggan berskala besar seperti DayOne. Kesiapan tersebut didukung kecukupan pasokan, keandalan sistem, serta kualitas layanan yang terus dijaga.

Penguatan pasokan juga menjadi penting menyusul rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory oleh Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam.

Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 MW dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Proyek itu juga diproyeksikan menggunakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia secara bertahap pada 2027–2028.

Menurut Kwin Fo, masuknya investasi data center bukan sekadar pembangunan gedung dan server, tetapi bagian dari pembentukan ekosistem ekonomi digital baru di Batam.

“Ketika investasi data center masuk ke Batam, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung dan server. Yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi digital baru,” ujarnya.

Pertumbuhan Data Center Harus Sejalan dengan Kebutuhan Warga

Fary mengatakan kesiapan energi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan investor. Infrastruktur kelistrikan juga harus mampu memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi.

Karena itu, pertumbuhan pusat data di Batam perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan sistem kelistrikan.

Investor membutuhkan kepastian pasokan agar kegiatan operasional tidak terganggu. Di sisi lain, masyarakat membutuhkan listrik yang andal dengan biaya yang terjangkau.

Menurut Fary, kebijakan energi di Batam setidaknya harus memberikan tiga manfaat sekaligus. Pertama, memastikan masyarakat mendapatkan listrik yang andal dan terjangkau. Kedua, memberikan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan usaha. Ketiga, menjaga pertumbuhan ekonomi Batam agar berlangsung secara berkelanjutan.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” katanya.

Dengan proyeksi kebutuhan daya data center mencapai 1,47 GW dan beban puncak listrik Batam yang terus meningkat, pembangunan infrastruktur energi menjadi bagian penting dari strategi investasi Batam.

Tantangannya bukan hanya menyediakan listrik bagi investor baru, tetapi juga memastikan pertumbuhan industri digital berlangsung seiring dengan ketahanan sistem kelistrikan dan kebutuhan masyarakat. (*)

Editor : Putut Ariyo
data center bp batam investasi batam PLN Batam