batampos - Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta guru Al-Qur’an terus memperbarui metode mengajar di tengah perubahan cara belajar anak dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kemunculan kecerdasan artifisial (AI) menuntut guru lebih kreatif agar pembelajaran tetap menarik dan inklusif.
Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka Pelatihan Guru Al-Qur’an Kota Batam 2026 di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Sabtu (26/9). Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam tersebut diikuti lebih dari 200 perwakilan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Batam.
“Ilmu tidak akan bertumbuh jika kita hanya berpuas diri dengan pola mengajar yang lama. Harus ada terobosan, peningkatan kapasitas, dan sentuhan baru,” kata Amsakar.
Ia mengatakan, kemampuan mengajar tidak cukup hanya dengan penguasaan materi. Guru juga perlu memahami psikologi peserta didik dan mampu mengelola kelas agar proses belajar tidak berlangsung satu arah.
“Penguasaan kelas adalah kunci. Guru yang berhasil adalah guru yang memiliki pesona dan daya pikat, sehingga saat ia berdiri di depan, anak-anak fokus dan menyimak,” ujarnya.
Amsakar juga menekankan pentingnya kelas yang inklusif. Guru diminta memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Materi pelatihan kali ini mengusung tema besar menciptakan kelas inklusif, kelas yang tidak ada polarisasi dan memberikan perlakuan yang sama, baik untuk anak-anak umum maupun anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Baca Juga: Samsat Antar Pulau Hadir di Belakang Padang, Warga Tak Perlu Menyeberang
Menurut Amsakar, perkembangan teknologi seperti YouTube dan AI, termasuk ChatGPT, juga menjadi tantangan bagi guru. Teknologi tidak cukup dihindari, tetapi harus diimbangi dengan metode pembelajaran yang lebih kreatif.
“Jika metode pengajaran kita usang, anak-anak bisa jadi lebih memilih belajar ke platform digital. Kemajuan teknologi informasi ini harus disikapi dengan kepiawaian dan penyesuaian metode belajar agar para guru tidak tertinggal,” ujarnya.
Ia mengapresiasi pengurus TPQ, BMGKS, IPIM, serta para pendidik keagamaan yang selama ini berperan dalam pembinaan kehidupan spiritual masyarakat Batam.
“Batam boleh saja dikenal sebagai kota industri dan metropolitan yang sibuk, tetapi kehidupan spiritualitas masyarakatnya sangat luar biasa dan religius,” katanya.
Pelatihan Guru Al-Qur’an merupakan agenda tahunan Pemko Batam. Selain membahas metode pembelajaran, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai psikologi anak dan manajemen TPQ.
Amsakar berharap peningkatan kapasitas guru berdampak pada kualitas pembelajaran di TPQ sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda.
“Pelatihan ini adalah ikhtiar kita bersama agar para guru memiliki kompetensi, karisma, dan daya pikat dalam mengajar,” katanya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri