batampos - Batam bersiap menjadi tuan rumah balap sepeda internasional pada November 2027. Grand Tour Batam ditargetkan masuk dalam rangkaian kualifikasi UCI Gran Fondo World Series, seri balap sepeda jalan raya internasional di bawah Union Cycliste Internationale (UCI), federasi olahraga sepeda dunia.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 26–27 November 2027. Peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara ditargetkan ambil bagian dalam perlombaan dengan pilihan rute sepanjang 70, 100 hingga 150 kilometer.
Start dan finis dipusatkan di Dataran Engku Putri, Batam Center. Dari titik tersebut, peserta akan melintasi sejumlah kawasan dan ikon Kota Batam.
UCI Gran Fondo World Series merupakan rangkaian perlombaan sepeda jalan raya yang digelar di berbagai negara dan menjadi jalur kualifikasi menuju UCI Gran Fondo World Championships, kejuaraan dunia untuk kategori Gran Fondo.
Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait mengatakan, persiapan Grand Tour Batam masih berjalan. Panitia menargetkan jumlah peserta mencapai 800 hingga 1.000 orang.
Peserta nantinya tidak hanya berasal dari Batam. Pendaftaran akan dibuka bagi pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia maupun negara lain.
“Kegiatannya pada November 2027, masih tahun depan. Persiapannya masih kami lakukan. Dan ini standar internasional dunia,” kata Ariastuty kepada Batam Pos, Minggu (27/9) siang.
Baca Juga: Jalan Tengku Sulung Kembali Dibuka Senin, Pelebaran Masih Berlanjut
Menurut Ariastuty, penyelenggaraan Grand Tour Batam diarahkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism di Asia Tenggara. Kehadiran peserta dari luar daerah dan mancanegara diharapkan turut memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan usaha lokal.
“Kita harapkan akan mampu membawa Batam menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang mengadakan event ini,” ujarnya.
Ariastuty mengatakan aktivitas peserta selama berada di Batam berpotensi meningkatkan permintaan terhadap sejumlah sektor, seperti hotel, transportasi, kuliner hingga usaha lokal.
Dengan rute yang melewati berbagai kawasan di Batam, Grand Tour juga menjadi sarana memperkenalkan kota industri tersebut kepada peserta dari luar daerah dan mancanegara.
Penyelenggaraan event ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis olahraga di Batam dengan menggabungkan aktivitas olahraga, perjalanan wisata, dan potensi ekonomi daerah.
“Sehingga membawa dampak bagi sport tourism khususnya dan perekonomian Batam secara umum,” kata dia. (*)
Editor : Yofi Yuhendri