batampos - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang ditangani puskesmas di Batam menunjukkan penurunan dalam sepekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat 1.737 kasus pada periode 21–26 September 2026.
Jumlah tersebut turun sekitar 18 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2.119 kasus. Penurunan tercatat sebanyak 382 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam Melda Sari mengatakan, angka tersebut merupakan akumulasi laporan dari puskesmas di seluruh Kota Batam.
“Kasus ISPA yang berobat ke puskesmas dalam satu minggu terakhir, tanggal 21 sampai 26 September 2026, kurang lebih sebanyak 1.737 kasus,” kata Melda kepada Batam Pos, Senin (28/9).
Meski mengalami penurunan, Dinkes tetap memantau perkembangan kasus ISPA. Sebab, jumlah kasus dapat berubah setiap hari dan penurunan dalam satu pekan belum menunjukkan persoalan ISPA telah sepenuhnya teratasi.
Baca Juga: Asap Karhutla Kembali Terdeteksi di Kepri, PM2.5 Batam Capai 40,1
Laporan harian puskesmas sebelumnya juga menunjukkan angka kunjungan yang fluktuatif. Pada 16 September tercatat sekitar 517 kunjungan, kemudian turun menjadi 358 pada 17 September dan 258 pada 18 September.
Angka tersebut kembali naik menjadi 267 kunjungan pada 19 September dan 390 pada 21 September, sebelum turun menjadi sekitar 273 kunjungan pada 22 September.
Melda mengatakan, Dinkes terus memantau kasus ISPA melalui laporan dari puskesmas. Masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan, terutama saluran pernapasan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan atau gejala.
"Meski ada penurunan, kami tetap melakukan pemantauan. Masyarakat juga kami imbau tetap menjaga kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan. Kalau ada keluhan atau gejala yang dirasakan, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri