Pameran Manufaktur Perdana Digelar di Batam, 200 Teknologi Dipamerkan

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:37 WIB
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis bersama Portofolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephanie, Ketua Kamar Dagang Indonesia Kepri Mustava membuka  meninjau stan pameran pada pembukaan The Premier Manufacturing Expo in Batam  di Radisson Golf & Convention  Center Batam, Selasa (29/9). F Cecep  Mulyana/Batam Pos
Deputi Investasi BP Batam Fary Djemy Francis bersama Portofolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephanie, Ketua Kamar Dagang Indonesia Kepri Mustava membuka meninjau stan pameran pada pembukaan The Premier Manufacturing Expo in Batam di Radisson Golf & Convention Center Batam, Selasa (29/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Robot las otomatis, mesin laser cutting, hingga berbagai teknologi manufaktur berbasis otomasi hadir dalam satu pameran di Batam. Untuk pertama kalinya, kota industri ini menjadi lokasi Manufacturing Indonesia Series – Batam Chapter 2026 yang mempertemukan penyedia teknologi dengan pelaku industri manufaktur.

Pameran tersebut dibuka Selasa (29/9) di Radisson Golf & Convention Center Batam dan berlangsung hingga 1 Oktober. Kegiatan ini dihadiri pelaku industri dan mahasiswa, termasuk dari Politeknik Negeri Batam.

Sebanyak 200 teknologi dipamerkan dalam sekitar 50 stan. Produk yang ditampilkan mencakup mesin manufaktur, metalworking, machining, otomasi, robotik, hingga teknologi pendukung konsep smart manufacturing.

Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah Robot Welding milik PT Synergris Industrial Utama. Mesin las tersebut menggabungkan sistem pengelasan otomatis dengan robot yang dikendalikan melalui perangkat lunak.

Teknologi tersebut ditujukan untuk industri yang membutuhkan proses pengelasan dengan tingkat presisi dan konsistensi tinggi, termasuk sektor galangan kapal.

Selain Robot Welding, perusahaan tersebut juga menampilkan Laser Cutting Solutions. Teknologi pemotongan menggunakan laser itu telah dipasarkan di Batam. Salah satu merek yang digunakan adalah Bodor, dengan sekitar 20 unit telah dipasarkan untuk kebutuhan industri di Batam.

Baca Juga: Tujuh Perusahaan Bermasalah, FSPMI Desak BP Batam Perkuat Pengawasan

Teknologi serupa juga ditampilkan PT Makro Jaya, perusahaan pemasok dan distributor peralatan industri. Salah satu produk yang dibawa dalam pameran adalah mesin laser untuk melakukan marking atau penandaan pada produk.

Mesin tersebut bekerja secara otomatis untuk mencetak tanda atau identitas pada berbagai produk industri. Teknologi ini disebut telah banyak digunakan oleh industri di Batam.

Pameran tidak hanya menampilkan mesin, tetapi juga berbagai teknologi yang dirancang untuk mempercepat proses produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses manual.

Deputy of Investment BP Batam Fary Djemy Franscis mengatakan kegiatan seperti ini dibutuhkan Batam untuk memperkuat ekosistem industri. Menurut dia, Batam memiliki lebih dari 35 kawasan industri dan sekitar 135 kawasan galangan kapal yang membutuhkan teknologi serta sistem informasi modern.

“Batam memiliki lebih dari 35 kawasan industri, dan ada 135 kawasan shipyard galangan kapal yang memerlukan teknologi dan IT yang modern,” kata Fary.

Ia mengatakan pemerintah akan mendorong kepastian investasi dan mempercepat pelayanan. Menurut dia, pengembangan industri harus berjalan beriringan dengan perbaikan regulasi, utilitas, dan infrastruktur.

“Regulasi kita perbaiki, percepatan, dan utilitas harus kita bangun. Investasi kita dorong cepat, tetapi infrastruktur kita dorong,” ujarnya.

Fary berharap kegiatan tersebut membuka lebih banyak peluang kerja sama industri dan investasi. Penguatan sektor manufaktur juga diharapkan berdampak terhadap aktivitas ekspor-impor dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Sementara itu, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia Meysia Stephannie mengatakan pameran perdana di Batam tersebut menghadirkan sekitar 200 teknologi dari peserta nasional maupun internasional.

Teknologi yang dipamerkan berasal dari sejumlah negara, di antaranya Singapura, Jerman, Jepang, China, dan Taiwan. Sejumlah produk juga didistribusikan melalui perusahaan Indonesia.

“Kami berharap pameran kali ini menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Stephannie.

Baca Juga: Pelaku Usaha Batam Bisa Dapat Pinjaman Rp150 Juta

Ia mengatakan Batam dipilih karena memiliki posisi strategis di kawasan regional. Kota ini berada dekat dengan Singapura dan Malaysia serta memiliki basis industri yang membutuhkan teknologi manufaktur.

Stephannie mengatakan Pamerindo sebelumnya telah menggelar pameran manufaktur selama sekitar tiga dekade di Jakarta. Platform tersebut kemudian dibawa ke Batam untuk mendekatkan penyedia teknologi dengan pelaku industri di kawasan.

Pameran yang mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway” itu menargetkan sekitar 3.500 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Robotik manufaktur teknologi industri Manufacturing Indonesia robot welding