Air Kerap Mati Seharian, Warga Pesona Bukit Laguna Bertahun-tahun Mengeluh

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 22:49 WIB

 

Perumahan Pesona Bukit Laguna, Tanjung Piayu. F.Azis/Batam Pos
Perumahan Pesona Bukit Laguna, Tanjung Piayu. F.Azis/Batam Pos

batampos - Persoalan air bersih kembali dikeluhkan warga Perumahan Pesona Bukit Laguna, Tanjung Piayu, Batam. Selama bertahun-tahun, warga mengaku harus menghadapi suplai air yang tidak mengalir berjam-jam, terutama dari pagi hingga malam hari.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa menyiapkan air cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ketika suplai terhenti, air galon digunakan untuk keperluan di kamar mandi.

Ketua Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak sekaligus Ketua Satgas NTT Peduli Kepri, Musa Mau, yang juga tinggal di perumahan tersebut, mengatakan gangguan suplai air telah berlangsung bertahun-tahun.

Menurut Musa, air kerap tidak mengalir sejak pagi hingga malam dan baru kembali sekitar pukul 22.00 atau 23.00 WIB. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas warga.

Warga, kata dia, telah menempuh berbagai jalur untuk menyampaikan keluhan, mulai dari pengurus RT dan RW hingga instansi terkait. Warga juga telah membuat dan menandatangani petisi yang ditujukan kepada pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Baca Juga: Air Waduk Sei Harapan Menyusut, Warga Mulai Khawatir

Namun, berbagai upaya tersebut disebut belum menghasilkan perbaikan yang dirasakan warga.

“Warga sudah melakukan berbagai macam cara untuk advokasi, tetapi sampai saat ini belum membuahkan hasil,” kata Musa, Senin (29/9).

Musa mempertanyakan kondisi tersebut karena lokasi perumahan tidak jauh dari Waduk Duriangkang. Meski demikian, warga masih mengalami gangguan suplai air pada jam-jam tertentu.

Keluhan serupa, kata Musa, juga berulang kali disampaikan dalam sejumlah kunjungan masa reses anggota DPRD. Namun, warga menilai persoalan tersebut belum mendapatkan penyelesaian.

Musa meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemerintah Kota Batam, dan SPAM Batam serius mencari solusi. Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk mandi, memasak, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Gangguan suplai air juga dinilai semakin menyulitkan keluarga yang memiliki anak balita.

Musa menyoroti kewajiban pembayaran pelanggan. Ia mengatakan SPAM Batam meminta pelanggan membayar tagihan tepat waktu. Keterlambatan, kata dia, dapat berujung pada surat peringatan hingga penyegelan dan pemutusan sementara.

Di sisi lain, Musa mempertanyakan pemenuhan kewajiban penyedia layanan dalam memastikan suplai air berjalan lancar.

Keluhan tersebut telah berlangsung cukup lama. Polen Lingga, warga Pesona Bukit Laguna, mengatakan dirinya telah tinggal di perumahan tersebut selama sekitar 10 tahun. Selama itu pula, ia mengaku rutin membayar tagihan air sekaligus terus menghadapi persoalan suplai.

“Selama 10 tahun kami di Perumahan Pesona Bukit Laguna, kami taat bayar tagihan air. 10 tahun juga kami mengeluh tentang air,” ujar Polen.

Baca Juga: Pelayanan Air Bersih Batam Disorot DPR, BP Batam Akui Ada 18 Stress Area

Ia mengatakan warga sejauh ini masih menunggu penyelesaian dari pihak terkait. Menurut dia, salah satu bentuk protes yang belum dilakukan warga adalah menghentikan pembayaran tagihan air.

Pengalaman serupa disampaikan Jhoni Pasaribu. Ia pindah ke Pesona Bukit Laguna pada 2015. Menurut Jhoni, sejak awal tinggal di kawasan tersebut, air dari pengelola sebelumnya, ATB, hanya mengalir pada malam hari.

“Air mengalir itu biasanya di atas jam 23.00 WIB. Dulu banyak warga yang sering begadang hanya untuk menunggu air,” kata Jhoni.

Warga berharap BP Batam dan SPAM Batam segera menormalisasi suplai air di kawasan tersebut. Mereka meminta persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu tidak lagi sekadar menjadi keluhan yang berulang.

Musa juga meminta BP Batam mengevaluasi kinerja SPAM Batam jika persoalan tersebut tidak kunjung diselesaikan. Menurut dia, evaluasi harus diarahkan untuk memastikan warga mendapatkan layanan air bersih yang layak sekaligus responsif terhadap keluhan pelanggan. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Tanjung Piayu Pesona Bukit Laguna bp batam SPAM Batam air bersih