batampos - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Batam meningkat dalam dua hari terakhir. Kondisi itu terjadi saat kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.
Data laporan harian Puskesmas se-Kota Batam mencatat sekitar 510 kasus ISPA pada 28 September 2026. Sehari berikutnya, kasus masih berada di kisaran 500 kasus. Angka ini meningkat dibandingkan 25 September yang mencatat sekitar 298 kasus dan 26 September sekitar 270 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Melda Sari, mengatakan peningkatan tersebut terlihat dari laporan Puskesmas yang dihimpun melalui SIKAT (Situasi Kasus, Analisis, dan Tindak Lanjut ISPA).
“Berdasarkan data laporan harian dari Puskesmas se-Kota Batam, dalam dua hari terakhir angka kasus penyakit ISPA mengalami peningkatan dibandingkan beberapa hari sebelumnya,” ujar Melda, Selasa (29/9) malam.
Dinkes terus memantau perkembangan kasus dan meminta Puskesmas memperkuat surveilans serta edukasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, kualitas udara Batam masih buruk. Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat konsentrasi PM2,5 mencapai 84,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 10.00 WIB, Selasa (29/9), naik dari 78,2 mikrogram per meter kubik pada pukul 08.00 WIB.
Baca Juga: Dinkes Imbau Warga Waspadai Risiko ISPA
BMKG juga masih mendeteksi sebaran asap di sejumlah wilayah Kepulauan Riau melalui citra satelit Himawari-9. Asap yang terpantau disebut merupakan gabungan dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Riau.
Pada Rabu (30/9) pagi, kualitas udara Batam masih berada dalam kategori tidak sehat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Panjaitan, mengatakan berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ISPU berada di kisaran 117 hingga 126 sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Pada pukul 06.00 WIB, ISPU tercatat 124. Dalam klasifikasi ISPU, angka 101–200 masuk kategori tidak sehat.
Kondisi udara tersebut turut berdampak pada aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Batam memperpanjang pembelajaran dari rumah (BDR) bagi siswa PAUD, SD, dan SMP hingga Rabu (30/9).
Dinkes mengingatkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak kualitas udara buruk. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker dan memperbanyak minum air putih.
“Kalau sudah mengalami gejala, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Melda.
Meski peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara, Dinkes Batam belum menyatakan peningkatan tersebut secara langsung disebabkan kabut asap.
Masyarakat diminta tetap memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah selama ISPU masih berada dalam kategori tidak sehat. (*)
Editor : Yofi Yuhendri