batampos - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Batam mulai menurun. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat 420 kasus pada Rabu (30/9), turun dari 500 kasus pada 29 September dan 510 kasus pada 28 September.
Meski mengalami penurunan, Dinkes mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai ISPA, terutama di tengah perubahan cuaca dan kondisi kualitas udara yang sempat memburuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batam Melda Sari mengatakan, penanganan ISPA disesuaikan dengan kondisi dan gejala masing-masing pasien. Tidak ada obat khusus yang diberikan untuk seluruh kasus.
“Karena ada cuaca seperti ini dan karena ada asap, obatnya sesuai dengan diagnosis masing-masing puskesmas, sesuai dengan gejala,” kata Melda kepada Batam Pos, Kamis (1/10) sore.
Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala awal seperti batuk dan pilek. Jika mulai mengalami keluhan, warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kalau ada yang merasa sudah mulai gejala awal, langsung saja ke fasilitas pelayanan kesehatan agar dilakukan penanganan pertama,” ujarnya.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Batam, BIB Bagikan Masker Gratis di Hang Nadim
Dari data Dinkes, kelompok usia produktif masih menjadi penyumbang kasus terbanyak. Dari 500 kasus pada 29 September, sebanyak 213 kasus merupakan warga berusia 19–59 tahun. Kemudian usia 10–18 tahun 89 kasus, usia 5–9 tahun 88 kasus, balita 80 kasus, dan warga berusia di atas 60 tahun sebanyak 30 kasus.
Melda mengatakan tingginya kasus pada usia produktif berkaitan dengan aktivitas mereka yang lebih banyak dilakukan di luar rumah, termasuk bekerja.
“Banyak di usia produktif, usia yang kita sering beraktivitas di luar ruangan seperti bekerja dan lain-lain. Ditambah tidak ada yang pakai masker, itu sangat rentan mengalami ISPA,” katanya.
Karena itu, penggunaan masker dinilai penting, terutama ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara kurang baik.
Namun, Melda menegaskan asap bukan satu-satunya faktor yang dapat memicu keluhan pernapasan. Perubahan cuaca, seperti kondisi Batam yang terkadang hujan dan panas, juga dapat memengaruhi kondisi tubuh.
“Harusnya mereka pakai masker. Jadi faktornya bukan hanya asap saja. Karena faktor cuaca juga, seperti di Batam kan kadang hujan, kadang panas,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri