batampos - Kualitas udara di Batam pada Minggu (4/10) berada dalam kategori sedang. Berdasarkan data pemantauan pada pukul 13.41 WIB, indeks kualitas udara (AQI) tercatat 95, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 33 µg/m³ dan PM10 sebesar 57 µg/m³.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Batam telah melewati kategori baik. Pada saat pengukuran, suhu sekitar 32 derajat Celsius, kecepatan angin 14 kilometer per jam, dan kelembapan 57 persen. Wilayah Patam juga tercatat berada di peringkat 121 dalam daftar kota dengan tingkat polusi udara saat pengukuran.
Di tengah kondisi tersebut, ancaman sebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi sebaran asap yang dapat memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di seluruh wilayah Kepulauan Riau.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya, Minggu (4/10).
BMKG memprakirakan fenomena udara kabur akibat asap berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kepri sejak malam hingga dini hari. Kondisi tersebut dapat meliputi Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Kepulauan Anambas, hingga Natuna.
Sebaran asap juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kualitas udara memburuk.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Batam
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dr. Anggrainie Nawang Wulan sebelumnya mengatakan perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kualitas udara di Batam.
Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan, terutama jika mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.
Warga juga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan serta mengonsumsi air putih, buah, dan sayuran.
Masyarakat diminta mengenali gejala yang dapat muncul akibat paparan udara dengan kualitas kurang baik.
“Segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan ISPA, sesak, mata merah, dan batuk tidak sembuh,” tegasnya.
Dinkes juga mengimbau warga yang harus beraktivitas di luar ruangan meningkatkan perlindungan diri dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kualitas udara berdasarkan data resmi. (*)
Editor : Yofi Yuhendri