batampos - Puluhan warga Sambau, Kecamatan Nongsa, turun ke jalan memprotes terhentinya pasokan air bersih ke permukiman mereka selama beberapa pekan terakhir. Aksi digelar di depan gerbang kawasan Nongsa Digital Park (NDP), Senin (5/10).
Warga menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kesulitan mendapatkan air bersih yang mereka alami dalam beberapa pekan terakhir.
“Aksi masyarakat Sambau turun ke jalan sebagai bentuk protes kekurangan air selama ini,” ujar seorang warga Sambau.
Dalam aksi tersebut, warga sempat mencegat kendaraan yang hendak masuk ke kawasan industri digital itu. Mereka menyampaikan keluhan terkait distribusi air bersih yang dinilai tidak merata.
Warga menyoroti kondisi yang mereka anggap kontras. Di kawasan NDP, aliran air disebut masih berjalan lancar. Sementara itu, permukiman warga Sambau yang berada di sekitar kawasan tersebut justru mengalami penghentian suplai air.
Baca Juga: BP Batam Buka Opsi Tarik Air dari Lingga
Kondisi itu memicu kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan alasan pasokan air dapat mengalir ke kawasan industri, sementara kebutuhan dasar masyarakat di permukiman sekitar belum terpenuhi.
Aksi berlangsung kondusif setelah personel Polsek Nongsa turun ke lokasi. Kehadiran polisi membantu menjaga situasi tetap terkendali di tengah aksi warga.
Warga menyatakan akan bertahan di lokasi hingga pengelola air dan para pemangku kebijakan memberikan kepastian mengenai pemulihan distribusi air bersih ke permukiman mereka.
Mereka menuntut solusi nyata agar persoalan pasokan air tidak terus berlarut dan kebutuhan dasar warga Sambau kembali terpenuhi. (*)
Editor : Yofi Yuhendri