batampos — BP Batam menargetkan pasokan air kembali mengalir ke permukiman warga Sambau dan Bakau Serip, Nongsa, pada Selasa (6/10) malam. Kepastian tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano saat menemui warga yang menggelar aksi di kawasan Nongsa Digital Park, Senin (5/10).
Denny mengatakan penyambungan pipa ditargetkan selesai pada Senin malam. Setelah proses tersebut rampung, jaringan membutuhkan waktu untuk membangun tekanan agar air dapat mengalir hingga ke rumah-rumah warga.
“Malam ini tersambung, besok malam bisa jalan dan stabil,” kata Denny di hadapan warga.
Menurut Denny, air tidak dapat langsung dialirkan setelah penyambungan pipa selesai. BP Batam perlu memastikan tekanan dalam jaringan cukup dan proses distribusi berjalan normal hingga ke permukiman.
Untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa transisi, BP Batam menyiapkan enam mobil tangki air. Distribusi air tangki akan dilakukan berdasarkan pendataan warga terdampak yang dikoordinasikan bersama RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.
Denny belum dapat memastikan apakah setelah jaringan kembali beroperasi pasokan air akan tersedia selama 24 jam. Namun, dia memastikan aliran air ditargetkan mulai kembali masuk ke permukiman pada Selasa malam.
“Belum bisa melimpah, tapi besok mengalir,” ujarnya.
BP Batam Soroti Kondisi Air Baku
Denny mengatakan persoalan pasokan air di Batam tidak terlepas dari kondisi kemarau berkepanjangan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan air baku di Batam.
Selain faktor kemarau, Denny menyinggung kondisi daerah tangkapan air (DTA) di kawasan Nongsa. Menurut dia, terdapat aktivitas tambang di kawasan yang berdekatan dengan hutan lindung dan Waduk Nongsa yang dinilai mengganggu daerah tangkapan air.
“Itu yang beberapa kali kami turun dan coba kami tertibkan. Itu akan kami lakukan supaya ketika kemarau lama, dam ini masih bisa bertahan,” katanya.
Denny menjelaskan kebutuhan air di kawasan Nongsa saat ini juga mendapat tambahan pasokan dari Waduk Duriangkang melalui sistem booster.
Enam Mobil Tangki Disiapkan
Sambil menunggu jaringan kembali normal, BP Batam memastikan air yang disalurkan melalui mobil tangki kepada warga merupakan air bersih.
BP Batam juga akan turun langsung bersama PT Air Batam Hilir (ABH) untuk memeriksa jaringan air di rumah-rumah warga.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat persoalan pada jaringan distribusi menuju permukiman.
“Setelah ini akan langsung ke lokasi untuk mengecek jaringan. Tentu jika masalah di jaringan air, kita akan siapkan infrastrukturnya,” tutur Denny.
Dengan target penyambungan pipa pada Senin malam, BP Batam berharap tekanan jaringan mulai terbentuk dan pasokan air dapat kembali dirasakan warga Sambau dan Bakau Serip pada Selasa malam. (*)
Editor : Putut Ariyo