batampos - Proyek pelebaran Jalan Tengku Sulung, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, terus dikebut Pemerintah Kota Batam. Dengan nilai proyek Rp14,6 miliar, pekerjaan sepanjang 2,2 kilometer itu kini memasuki tahap pembentukan badan jalan sebelum dilanjutkan dengan konstruksi beton dan pengaspalan.
Pantauan di lokasi, Senin (5/10), alat berat masih digunakan untuk meratakan sekaligus meninggikan permukaan tanah. Material tanah ditambahkan pada bagian badan jalan yang elevasinya belum sesuai, kemudian dipadatkan dan diratakan.
Pengerjaan tersebut berdampak terhadap arus kendaraan. Pengendara dari arah Bandara Hang Nadim menuju Batam Center masih diarahkan menggunakan jalur alternatif. Sementara kendaraan dari Batam Center menuju bandara belum dapat melintasi ruas jalan yang sedang dikerjakan.
Jalur alternatif yang disiapkan Pemko Batam di antaranya melalui Plaza Botania menuju SDN 09 Batam Kota serta Perumahan Villa Pesona Asri.
“Kalau yang arah dari bandara itu terpaksa pakai jalan alternatif, tapi kalau untuk warga sekitar situ bisa lewat. Kalau yang dari arah Batam Center ke bandara tak bisa,” kata Agus Susilo, salah seorang pengendara.
Kepala BMSDA Kota Batam Metra Dinata mengatakan, pekerjaan belum memasuki tahap akhir. Sejumlah titik badan jalan masih disiapkan sebelum konstruksi beton dan pengaspalan dilakukan.
“Dia kan motong jalan yang di depan Perumahan Pesona Boulevard dengan resap, naikin di depan KFC. Untuk badan jalannya sudah dilaksanakan, tinggal mengarah ke selanjutnya untuk beton dan kemudian aspalnya,” kata Metra, Senin (5/10) siang.
Baca Juga: Jalan Tengku Sulung Kembali Dibuka Senin, Pelebaran Masih Berlanjut
Menurut Metra, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat tetap dapat dibuka. Kontraktor diminta menyelesaikan satu lajur terlebih dahulu sehingga bisa digunakan kendaraan, sementara pekerjaan pada lajur lainnya dilanjutkan.
“Jadi masih bisa digunakan. Di saat kita membangun, kita desak dulu satu lajur agar bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.
Jalan Tengku Sulung merupakan bagian dari proyek peningkatan Jalan Simpang Perumahan Dotamana-SMAN 3. Ruas yang dilebarkan membentang sekitar 2,2 kilometer, dari Simpang Cikitsu atau Simpang Dotamana hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam.
Proyek tersebut dikerjakan PT Medani Tractorindo Perkasa dengan sumber dana APBD Kota Batam sebesar Rp14,6 miliar. Penyelesaian ditargetkan pada triwulan IV atau akhir 2026.
Metra mengatakan pekerjaan masih berjalan sesuai tahapan. Sejumlah titik membutuhkan pemotongan badan jalan, sedangkan bagian lainnya harus dinaikkan untuk menyesuaikan elevasi.
“Dia yang lama ada pekerjaan badan jalan itu karena ada yang motong dan ada yang raise up atau naikan badan jalan,” katanya.
Pemko Batam meminta kontraktor mempercepat pengerjaan agar gangguan terhadap pengguna jalan tidak berlangsung terlalu lama. Masyarakat, khususnya warga di sekitar Jalan Tengku Sulung, juga diminta bersabar selama proses konstruksi berlangsung.
“Bersabar ya masyarakat di sekitar Tengku Sulung. Pekerjaan ini bertahap,” ujarnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri