BP Batam Alirkan Air dari Embung Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa

Antara • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 13:31 WIB
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama tim di area sekitar waduk Nongsa saat peninjauan di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-BP Batam)
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama tim di area sekitar waduk Nongsa saat peninjauan di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-BP Batam)

batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengalirkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengamanan pasokan air baku bagi masyarakat.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada di kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut. Angka tersebut turun sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.

“Normalnya rata-rata TMA Waduk Nongsa berada di kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA bisa mencapai sekitar 12,7 meter,” kata Amsakar dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Selasa.

Air dari Embung Dialirkan ke Waduk

Untuk meningkatkan kembali debit air, BP Batam memasang pipa interkoneksi yang menghubungkan embung di kawasan Kebun Raya Nongsa dengan Waduk Nongsa.

Air dari embung tersebut dialirkan menuju waduk agar ketinggian muka air dapat meningkat secara bertahap.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini bisa naik satu atau dua meter,” ujar Amsakar.

Selain mengalirkan air dari embung, BP Batam juga melakukan penyambungan pipa berdiameter 250 milimeter dan 300 milimeter sebagai bagian dari sistem interkoneksi.

Penyambungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga tekanan dan dorongan air menuju masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar.

Curah Hujan Minim Pengaruhi Debit Waduk

Amsakar menjelaskan penurunan debit Waduk Nongsa turut dipengaruhi minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan air baku yang kemudian berpengaruh terhadap distribusi dan suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.

Menurutnya, sejumlah langkah teknis telah dilakukan BP Batam agar persoalan tersebut tidak berlangsung berkepanjangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Beberapa langkah teknis sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Amsakar Ajak Warga Shalat Istisqa

Selain upaya teknis, Amsakar juga mengajak masyarakat melakukan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan.

Menurutnya, upaya teknis dan spiritual dapat dilakukan secara bersamaan menghadapi kondisi ketersediaan air yang tengah terjadi.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” kata Amsakar. (*)

Editor : Jamil Qasim
Waduk Nongsa Kebun Raya Nongsa