batampos - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Batam kembali meningkat. Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 473 kasus dalam laporan harian 5 Oktober 2026.
Angka tersebut naik setelah kasus sempat menurun dalam beberapa hari sebelumnya. Dalam catatan Dinkes, kasus ISPA sebelumnya mencapai 510 kasus, kemudian turun menjadi 500 dan 420 kasus sebelum kembali meningkat menjadi 473 kasus.
Kenaikan tersebut terjadi ketika kualitas udara Batam kembali memburuk. Pada Senin (5/10), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Batam mencapai 126 pada pukul 15.00 WIB atau masuk kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam Melda Sari mengatakan, kelompok usia produktif menjadi penyumbang kasus terbanyak.
Dari total 473 kasus, sebanyak 218 kasus berasal dari kelompok usia 19–59 tahun. Kemudian usia di bawah lima tahun sebanyak 86 kasus, usia 10–18 tahun 77 kasus, usia 5–9 tahun 63 kasus, dan kelompok usia di atas 60 tahun sebanyak 29 kasus.
“Usia produktif ini memang aktivitasnya lebih banyak di luar. Jadi mobilitasnya juga tinggi,” kata Melda, Selasa (6/10).
Baca Juga: PM2.5 Terus Naik, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Kasus ISPA juga tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Mentarau menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 58 kasus. Berikutnya Sei Panas 56 kasus, Sei Pancur 45 kasus, Lubuk Baja 40 kasus, dan Sekupang 34 kasus. Sementara Sei Langkai tidak mencatat kasus dalam laporan tersebut.
Melda mengatakan, peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta dapat dikaitkan hanya dengan paparan asap. Perubahan cuaca serta kondisi tubuh masyarakat juga dapat memengaruhi munculnya gangguan saluran pernapasan.
“Cuaca di Batam kan juga kadang ada hujan, kemudian ada panas. Mungkin kurang minum air putih, kemudian pertahanan tubuhnya, makanannya,” ujar Melda.
Dinkes mengingatkan masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas, terutama di luar rumah. Masyarakat yang sedang sakit juga diminta menggunakan masker untuk mencegah penularan kepada orang lain.
“Kadang orang sakit pun tidak memakai masker. Padahal, kalau sedang sakit sebaiknya menggunakan masker,” kata Melda.
Sebelumnya, kasus ISPA di Batam pada periode 21–26 September tercatat 1.737 kasus, turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 2.119 kasus. Meski sempat menurun, Dinkes tetap meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan.
“Masyarakat juga kami imbau tetap menjaga kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan. Kalau ada keluhan atau gejala yang dirasakan, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Melda. (*)
Editor : Yofi Yuhendri