Debit Waduk Nongsa Turun 4,5 Meter, BP Batam Kebut Perbaikan Suplai Air

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:45 WIB
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama tim di area sekitar waduk Nongsa saat peninjauan di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-BP Batam)
Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama tim di area sekitar waduk Nongsa saat peninjauan di Batam, Kepri. (ANTARA/HO-BP Batam)

 
batampos - Persoalan air bersih yang dikeluhkan warga Sambau, Kecamatan Nongsa, mendapat perhatian langsung Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad. Ia turun mengecek kondisi Waduk Nongsa dan Duriangkang setelah warga menggelar aksi di depan Nongsa Digital Park (NDP), Senin (5/10).

Warga sebelumnya memprotes pasokan air yang tak kunjung mengalir ke rumah mereka. Kondisi tersebut mengganggu kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga sanitasi.

Saat menerima keluhan warga, Amsakar langsung meminta Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano menemui mereka.

“Iya tadi kebetulan warga datang, saya langsung telepon Pak Denny Tondano agar langsung menjumpai warga,” kata Amsakar saat ditemui di Kantor Wali Kota Batam, Senin malam, di sela-sela kegiatan nonton bareng Indonesia vs Thailand.

Sekitar pukul 13.30 WIB pada hari yang sama, Amsakar turun langsung ke Waduk Nongsa dan Duriangkang. Ia melihat kondisi waduk sekaligus pekerjaan interkoneksi pipa yang disiapkan untuk memperkuat suplai air ke wilayah Nongsa.

Menurut Amsakar, salah satu persoalan utama saat ini adalah turunnya Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa. Dalam kondisi normal, TMA berada di kisaran 10 meter. Namun, saat dilakukan pengecekan Senin, ketinggiannya hanya sekitar 5,5 meter.

“Posisi waduk itu setelah dicek sekitar 10 meter kondisi normal air di atas permukaan. Tapi posisi hari ini sudah 5,5 meter sehingga ada kekurangan debit air kurang lebih 4,5 meter dari rata-rata Waduk Nongsa kita,” kata Amsakar.

Baca Juga:  Air Bersih Terhenti, Warga Sambau Datangi NDP

Untuk menambah debit air, BP Batam mengalirkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa menuju Waduk Nongsa melalui pipa interkoneksi. Tambahan debit tersebut diharapkan mampu menaikkan TMA secara bertahap.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” kata Amsakar.

Selain menambah debit dari embung, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa berdiameter 250 milimeter dan 300 milimeter sebagai bagian dari sistem interkoneksi. Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju permukiman warga lebih optimal.

Interkoneksi dari IPA Duriangkang juga dikebut. Pipa berdiameter 250 milimeter sepanjang sekitar 30 meter di Jalan Hang Lekiu, Sambau, disiapkan untuk memperkuat suplai ke wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 24 jam. Setelah sistem kembali stabil, aliran air ke rumah warga diharapkan pulih secara bertahap.

“Bagaimana agar pekerjaan hari ini bisa selesai dalam waktu 24 jam. Insyaallah (Selasa) malam besok sudah selesai,” kata Amsakar.

Ia berharap rangkaian pekerjaan tersebut dapat mengembalikan tekanan air ke rumah-rumah warga.

“Dengan begitu mudah-mudahan tekanan air ini untuk warga itu dapat kembali normal,” ujarnya

Baca Juga: BP Batam Alirkan Air dari Embung Kebun Raya Nongsa ke Waduk Nongsa

Namun, persoalan air di Nongsa tidak semata-mata berkaitan dengan jaringan pipa. Rendahnya curah hujan membuat debit air yang masuk ke Waduk Nongsa ikut berkurang. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan air baku dan distribusi kepada masyarakat.

Karena itu, Amsakar tidak hanya mengandalkan langkah teknis. Ia juga mengajak masyarakat melakukan salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

“Selain itu juga kita lakukan juga lah ikhtiar melalui langit. Salat Istisqa, mudah-mudahan akan ada curah hujan berikutnya,” kata dia.

Namun, saat ditanya kapan salat Istisqa dilaksanakan, Amsakar belum menyebutkan waktu secara spesifik. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Waduk Nongsa Sambau bp batam amsakar achmad air bersih