batampos - Mayjen TNI Rionardo resmi menjadi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah. Ia dipercaya menjadi pangdam pertama setelah Kodam yang membawahi wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tersebut resmi dibentuk.
Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan satu dari enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/10).
Dalam prosesi peresmian, Prabowo menyerahkan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing pangdam secara simbolis. Mayjen TNI Rionardo menjadi salah satu penerima tongkat komando sebagai Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah.
Pengangkatan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah sekaligus perubahan struktur komando kewilayahan TNI Angkatan Darat di Kepri.
Profil Mayjen TNI Rionardo
Rionardo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1994 dari kecabangan Infanteri. Sebelum dipercaya memimpin Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah, ia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial.
Sepanjang kariernya di TNI, Rionardo pernah menduduki sejumlah jabatan, antara lain Danyonif 600/Raider, Danyontar Wreda Mentar Akmil, Dandim 0424/Tanggamus, dan Danbrigif 1/Jaya Sakti.
Ia kemudian menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan sebelum dipercaya sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Sosial sejak Maret 2025.
Kodam Baru untuk Perkuat Pengamanan Wilayah
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, penambahan jumlah Kodam dilakukan untuk memudahkan TNI AD dalam mengamankan wilayah Indonesia.
"Karena itu perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal," kata Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Menurut Donny, Indonesia memiliki wilayah daratan yang luas serta wilayah kepulauan dengan kondisi geografis dan karakter masyarakat yang berbeda-beda.
Karena itu, TNI AD perlu membangun sistem organisasi kewilayahan yang lebih kuat di daerah agar pengendalian dan pengamanan wilayah dapat dilakukan secara maksimal.
Keberadaan Kodam baru juga diharapkan mempercepat pengerahan bantuan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.
"Jadi, pembentukan Kodam baru bukan sekadar penambahan struktur organisasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD," ujar Donny.
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Sebelumnya, Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10).
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," kata Prabowo.
Sebanyak 204 satuan baru tersebut terdiri atas enam Kodam, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (BTP), 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), dan tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur).
TNI Angkatan Laut juga menambah satu brigade dan empat batalyon Marinir. Sementara itu, TNI Angkatan Udara menambah sejumlah satuan, di antaranya Divisi II Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), brigade dan batalyon Korpasgat, skadron pendidikan, skadron udara, serta satuan radar.
Prabowo kemudian menekan sirene sebagai tanda peresmian satuan-satuan baru tersebut. Setelah itu, keenam Kodam baru dilantik secara simbolis melalui penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing pangdam.
Selain Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepri, lima Kodam baru lainnya yakni:
- Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga.
- Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur dengan Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua.
- Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara dengan Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus.
- Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung.
- Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.
Dalam amanatnya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas kesetiaan dan pengabdian prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, memperkokoh persatuan bangsa, dan melindungi masyarakat.
"Kekuatan TNI sejak lahir tidak pernah terpisahkan dari rakyat, TNI adalah tentara rakyat, TNI adalah tentara nasional dan TNI adalah tentara pejuang. TNI adalah pejuang kemerdekaan, seluruh kekuatan TNI dengan demikian harus dipersembahkan untuk melindungi rakyat," tegas Prabowo. (*)
Editor : Putut Ariyo