Udara Batam Membaik, BMKG Prediksi Haze Masih Berpotensi Terjadi

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:24 WIB
Beberapa pengendara memekai masker untuk melindungi udara yang kurang  bagus akibat kabut asap yang melanda kota Batam, Selasa(6/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Beberapa pengendara memekai masker untuk melindungi udara yang kurang bagus akibat kabut asap yang melanda kota Batam, Selasa(6/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos -  Kualitas udara Kota Batam membaik pada Kamis (8/10), setelah sehari sebelumnya berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan BMKG, konsentrasi PM2,5 turun menjadi 38,5 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sedang.

Forecaster Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, mengatakan perbaikan kualitas udara dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari jumlah titik panas atau hotspot, arah sebaran asap, hingga kecepatan angin.

“Arah angin saat ini bergerak dari tenggara hingga barat daya menuju arah barat laut hingga timur laut, dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 20 knot,” ujar Fitri, Kamis (8/10).

Konsentrasi PM2,5 tersebut tercatat pada pukul 07.00 WIB. Meski membaik, kondisi ini belum berarti ancaman jerebu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berakhir.

Fitri menyebutkan, hasil pantauan satelit BMKG masih menunjukkan sebaran asap yang memengaruhi wilayah Kepulauan Riau. Asap tersebut antara lain berasal dari Sumatera, khususnya wilayah bagian selatan, serta Kalimantan.

Di Batam sendiri tidak terpantau adanya hotspot. Namun, titik panas masih ditemukan di sejumlah wilayah Sumatera, Kalimantan, serta sebagian wilayah Kepulauan Riau.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Batam masih berpotensi berubah dalam beberapa hari ke depan. BMKG memperkirakan potensi udara kabur (haze) dan penurunan kualitas udara akibat sebaran asap karhutla masih dapat terjadi hingga satu sampai tiga hari mendatang.

Baca Juga: Kualitas Udara Batam Memburuk, PM2.5 Capai 85,3 µg/m³ akibat Asap Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak jerebu dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena asap dapat menurunkan jarak pandang. Selain itu, warga diingatkan mencukupi kebutuhan cairan untuk menjaga kondisi tubuh.

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya akibat paparan asap, BMKG menganjurkan segera mendapatkan pertolongan medis. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kualitas udara jerebu PM2 haze bmkg