batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menormalisasi drainase di kawasan Bengkong Swadebi setelah wilayah tersebut dilanda banjir pada Selasa (22/9) lalu. Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas saluran sekaligus memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam Metra Dinata mengatakan, normalisasi merupakan langkah rutin yang dilakukan pemerintah, terutama pada saluran yang rawan tersumbat sampah dan mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Normalisasi kita lakukan sekitar tiga bulan sekali. Salah satunya di Bengkong Swadebi untuk mengembalikan fungsi saluran agar air hujan bisa mengalir dengan lancar,” kata Metra, Kamis (8/10).
Menurut Metra, banjir di Bengkong Swadebi pada 22 September lalu tidak hanya dipicu tingginya curah hujan. Limpasan air dari kawasan Perumahan Cahaya Garden dan sekitar SMP 6 Sei Panas bertemu di kawasan tersebut.
Kondisi semakin diperparah saat air laut pasang sehingga aliran air menuju laut tertahan.
“Di Bengkong kemarin juga ada plat, sedimen, dan batuan yang menutupi drainase sehingga membuat genangan,” ujarnya.
Baca Juga: BP Batam dan Pemko Batam Tangani 167 Titik Banjir, Bengkong Jadi Prioritas
Karena itu, pembersihan dan normalisasi dilakukan untuk mengurangi hambatan pada saluran. Namun, Metra menyebut langkah tersebut masih bersifat jangka pendek sebelum penanganan permanen dilakukan.
Pemko Batam telah menyiapkan pembangunan kolam retensi permanen di kawasan Cahaya Garden yang direncanakan masuk dalam program 2027. Kolam tersebut nantinya dilengkapi pintu air sehingga limpasan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan secara bertahap.
“Untuk kolam retensi Cahaya Garden sudah masuk dalam KUA-PPAS DBMSDA untuk 2027,” katanya.
Metra menjelaskan, kolam retensi tersebut diharapkan dapat mengurangi limpasan air yang selama ini mengarah ke Bengkong Swadebi.
Selain Bengkong, Pemko Batam juga menyiapkan sejumlah program pengendalian genangan pada 2027 di beberapa kawasan rawan banjir, termasuk Sekupang dan Sagulung. Salah satunya di depan SP Plaza.
“Selain di Bengkong, untuk 2027 kita juga menganggarkan beberapa kawasan di Sekupang dan Sagulung, salah satunya di depan SP Plaza karena genangan sering terjadi. Akan kami tangani secara bertahap,” jelasnya.
Sementara itu, DBMSDA tetap melakukan normalisasi drainase secara berkala di sejumlah titik lain di Batam, seperti Simpang Kepri Mall, Cahaya Garden, Perumahan PKJ Bengkong, belakang Orchard Taman Niaga Mas, Simpang Helm, kawasan Rumah Sakit Awal Bros, Kodim Batuaji, Dana Graha, SMP 28, Benih Raya Marina, hingga Simpang Makam Pahlawan.
Baca Juga: Kasus Tiga Mesin Turbo Pesawat, Polisi Telusuri Pemilik dan Manifest
Untuk kawasan Nagoya, pemerintah juga memiliki dua rumah pompa dengan kapasitas masing-masing 1.500 liter per detik untuk membantu mengalirkan air ketika terjadi genangan.
Metra mengingatkan penanganan banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga diminta ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke saluran air.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke drainase. Pemerintah melakukan normalisasi secara rutin, tetapi dukungan masyarakat juga sangat diperlukan agar saluran tetap berfungsi,” pungkasnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri