Batam-Penang Terbang Langsung Mulai 18 Oktober

Eusebius Sara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:13 WIB
Roadshow Pariwisata Penang yang digelar Penang Global Tourism (PGT) bersama ASTINDO Indonesia di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10). F.Eusebius Sara/Batam Pos
Roadshow Pariwisata Penang yang digelar Penang Global Tourism (PGT) bersama ASTINDO Indonesia di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10). F.Eusebius Sara/Batam Pos

 
batampos - Penerbangan langsung Batam-Penang, Malaysia, mulai beroperasi 18 Oktober 2026. Rute baru ini membuka peluang baru bagi pergerakan wisatawan sekaligus memperluas pilihan perjalanan masyarakat Kepri tanpa harus transit melalui daerah lain.

Konektivitas udara tersebut diperkenalkan dalam Roadshow Pariwisata Penang yang digelar Penang Global Tourism (PGT) bersama ASTINDO Indonesia di Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis (8/10). Kegiatan itu mempertemukan pelaku industri pariwisata Penang dan Batam untuk membuka peluang kerja sama, penyusunan paket wisata, serta memperkuat hubungan kedua destinasi.

Anggota Dewan Eksekutif Negara Bagian Penang Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, YB Wong Hon Wai, mengatakan penerbangan perdana Batam-Penang menjadi momentum penting bagi kedua wilayah. Rute tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Batam, Kepri, dan Penang untuk saling mengunjungi serta menikmati berbagai potensi wisata.

“Dalam beberapa hari ini kita akan mencipta sejarah baru dengan penerbangan langsung pertama dari Batam ke Penang. Ini membuka lebih banyak kesempatan bagi warga Penang dan Batam maupun Kepri untuk menjelajahi destinasi wisata dan berbagai pengalaman lainnya,” ujar Wong.

Menurut Wong, perjalanan Batam-Penang hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 25 menit. Dengan penerbangan langsung tersebut, wisatawan Kepri tidak lagi harus mengandalkan rute melalui Johor maupun Malaka untuk mencapai Penang. Rute baru ini dijadwalkan beroperasi tiga kali dalam sepekan mulai 18 Oktober.

Selain pariwisata, Wong menyebut Penang memiliki daya tarik kuat di bidang wisata medis. Saat ini terdapat sekitar 20 rumah sakit swasta di Penang yang menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan.

Baca Juga: Futsal Pelajar di Temenggung Ricuh, Disdik Kepri: Tak Ada Pemberitahuan

Kehadiran penerbangan langsung dari Batam dinilai dapat mempermudah pasien asal Kepri dan keluarga yang mendampingi untuk melakukan perjalanan ke Penang, sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata.

“Selama ini wisatawan dari Indonesia menuju Penang banyak melalui Johor atau Malaka. Sekarang dengan penerbangan langsung dari Batam sekitar 1 jam 25 menit, tentu membuka peluang baru. Ini juga baik untuk mempererat hubungan, baik di bidang industri maupun pariwisata,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, Batam dan Penang memiliki kedekatan serta ikatan yang kuat sehingga konektivitas langsung menjadi peluang untuk meningkatkan pergerakan wisatawan dan memperkuat promosi kedua wilayah.

Hasan mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Kepri menunjukkan besarnya potensi pasar pariwisata. Hingga Agustus 2026, kunjungan wisatawan ke Kepri telah mencapai sekitar 1,5 juta orang. Sementara sepanjang 2025 tercatat sekitar 2,2 juta wisatawan.

“Artinya peluang industri pariwisata ini terbuka lebar dan cukup seksi secara ekonomi. Kendala kita selama ini adalah konektivitas. Sekarang sudah dibuka dengan penerbangan langsung Batik Air Batam-Penang, ini peluang besar,” ujarnya.

Ketua DPD ASTINDO Kepri Doli Hasibuan menilai Penang relevan dengan perubahan tren perjalanan wisatawan Kepri yang kini mencari pengalaman lebih praktis namun tetap beragam.

“Penang memiliki karakter yang kuat sebagai destinasi short escape bagi wisatawan Indonesia, khususnya dari Kepulauan Riau. Bukan hanya karena aksesibilitasnya yang relatif mudah, tetapi juga karena Penang menawarkan kombinasi pengalaman yang lengkap, mulai dari wisata kuliner, heritage, budaya, wellness, hingga medical tourism,” kata Doli.

Ia berharap konektivitas baru tersebut tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan Kepri ke Penang, tetapi juga menciptakan arus wisata dua arah sehingga industri pariwisata di kedua wilayah dapat tumbuh bersama. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Penang ASTINDO batam batik air pariwisata kepri