batampos - Empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam masih harus menyelesaikan perbaikan sebelum memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pembenahan tersebut diperlukan untuk memastikan dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi standar kebersihan dan sanitasi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat 133 dari 137 SPPG yang telah menjalani Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sudah mengantongi SLHS. Sementara empat SPPG lainnya masih menunggu penyelesaian perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam, Meldasari, mengatakan penerbitan sertifikat dilakukan setelah dapur memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Kami sudah menerbitkan 133 SLHS untuk dapur SPPG,” kata Meldasari.
Ia menjelaskan, pemeriksaan IKL telah dilakukan terhadap 137 SPPG. Namun, empat dapur masih harus melakukan pembenahan sebelum sertifikatnya dapat diterbitkan.
“Sudah kita turun IKL 137. Artinya kita lagi menunggu yang empat untuk perbaikan,” ujarnya.
Baca Juga: 9.204 Relawan Terserap dalam Program MBG di Kepri, Terbanyak di Batam
Menurut Meldasari, sejumlah aspek menjadi perhatian dalam pemeriksaan, di antaranya penyimpanan bahan baku, pencantuman label pada bahan pangan, serta pengendalian suhu penyimpanan. Hasil penilaian IKL harus memperoleh nilai di atas 80 untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Aspek tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan dapur dalam mengelola bahan pangan, mulai dari penyimpanan hingga proses pengolahan makanan.
Selain itu, Dinkes Batam menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapur dan mengendalikan vektor atau hewan pembawa penyakit, seperti lalat dan kecoa.
“Yang selalu kami tekankan kepada dapur yaitu untuk menjaga kebersihan dan pengendalian vektor,” kata Meldasari.