batampos – Layar lebar tak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga bisa menjadi media promosi pariwisata. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam menilai film UNIFORM: Cinta di Balik Seragam yang mengambil lokasi syuting di Batam berpotensi memperkenalkan daya tarik daerah itu kepada masyarakat luas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan film merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang dapat membantu mempromosikan destinasi melalui cerita dan visual yang ditampilkan kepada penonton.
“Sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, film merupakan media promosi yang efektif karena mampu memperkenalkan sebuah daerah melalui cerita, visual, dan pengalaman yang ditampilkan di layar lebar. Kami berharap UNIFORM: Cinta di Balik Seragam dapat semakin mengenalkan Kota Batam kepada masyarakat Indonesia sekaligus mendorong minat wisatawan untuk datang dan melihat langsung berbagai destinasi yang ada di Batam,” kata Ardiwinata saat dikonfirmasi di Batam, Minggu.
Menurut dia, Pemkot Batam melalui Disbudpar terus mendorong pengembangan pariwisata yang bersinergi dengan industri kreatif. Produksi film di Batam dinilai berpotensi memberikan manfaat, mulai dari promosi destinasi hingga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan melibatkan pelaku seni lokal.
“Potensi Batam tidak hanya terletak pada wisata belanja, kuliner, dan bahari, tetapi juga pada lanskap perkotaan serta beragam lokasi yang dapat mendukung kebutuhan produksi kreatif. Kami berharap semakin banyak pelaku industri kreatif yang menjadikan Batam sebagai lokasi berkarya,” ujarnya.
Film bergenre drama kriminal romantis tersebut diproduksi PT JAS Films International bekerja sama dengan Rancezz Entertainment. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 22 Oktober 2026.
Film tersebut disutradarai Joseph Selvakumar, dengan Deepak Annathurai sebagai produser sekaligus penulis skenario. Sejumlah pemain yang terlibat antara lain Yama Carlos, Kevin Fulky, dan Alin Fauziah.
Ardiwinata berharap kehadiran Batam dalam film tersebut dapat memperluas pengenalan potensi daerah, baik sebagai destinasi wisata maupun lokasi produksi perfilman di Indonesia. (*)
Editor : M Tahang