DLH Batam Kerahkan Puluhan Truk Atasi TPS Liar di Sagulung

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Petugas DLH Batam menggunakan ekskavator untuk mengangkut sampah dari TPS liar di Kecamatan Sagulung ke truk pengangkut sebelum dibawa ke TPA Punggur, Minggu (11/10) pagi. F. Sya’ban/Batam Pos
Petugas DLH Batam menggunakan ekskavator untuk mengangkut sampah dari TPS liar di Kecamatan Sagulung ke truk pengangkut sebelum dibawa ke TPA Punggur, Minggu (11/10) pagi. F. Sya’ban/Batam Pos

 
batampos - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar gotong royong membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kecamatan Sagulung dan sekitarnya, Minggu (11/10) pagi. Puluhan truk pengangkut sampah dan sedikitnya satu alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah di sejumlah lokasi.

Kegiatan ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait tumpukan sampah dan pembakaran sampah liar di beberapa titik, di antaranya Sungai Lekop, Jalan Dapur 12, serta Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang.

Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, mengatakan gotong royong tersebut menyasar sejumlah TPS liar di wilayah Sagulung dan Batu Aji.

“Hari ini kita laksanakan kembali goro (gotong royong) di beberapa titik TPS liar di Sagulung,” kata Dohar kepada Batam Pos, Minggu (11/10) siang.

Ia menjelaskan, pembersihan tidak hanya dilakukan sekali. DLH berencana menjadwalkan gotong royong secara berkala untuk mengangkut sampah yang menumpuk di lokasi pembuangan liar.

“Kegiatan goro ini secara berkala dilaksanakan untuk mengangkut sampah di TPS liar tersebut, dua minggu sampai satu bulan,” ujarnya.

Pembersihan ini dilakukan setelah warga mengeluhkan tumpukan sampah yang telah berlangsung cukup lama. Di sejumlah titik, sampah bahkan dibakar sehingga menimbulkan asap dan mengganggu lingkungan sekitar.

Baca Juga: ISPA di Kepri Naik 11,4 Persen, Anak-anak Paling Terdampak

Persoalan tersebut menambah kekhawatiran warga di tengah kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir menyelimuti Batam. Asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Riau, dan Jambi, turut menjadi perhatian karena berdampak pada kualitas udara.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam juga melaporkan 500 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sehari di tengah kondisi udara yang memburuk. Pembakaran sampah secara terbuka berpotensi menambah paparan polusi udara, terutama di sekitar permukiman.

Karena itu, pembersihan tumpukan sampah dinilai perlu diikuti dengan pengawasan agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan liar. Pasalnya, sampah yang telah diangkut kerap kembali menumpuk akibat kebiasaan warga membuang sampah di lokasi yang sama.

Dohar sebelumnya mengatakan, DLH rutin melakukan pengecekan dan pengangkutan sampah di kawasan tersebut setiap hari. Namun, tumpukan sampah kembali muncul setelah dibersihkan.

“Itu bahkan setiap hari rutin kita angkut. Jadi besok kita angkut, ada lagi, lalu kita angkut lagi,” kata Dohar.

Menurut dia, upaya mengatasi persoalan sampah liar juga harus dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar membuang sampah di tempat yang semestinya.

“Perlu kita sosialisasikan agar masyarakat itu melakukan pembuangan sampah di TPS,” ujarnya.

DLH berharap kegiatan gotong royong tersebut dapat mengurangi tumpukan sampah liar sekaligus menekan kebiasaan membakar sampah yang berisiko mencemari udara di kawasan permukiman. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
sampah Batu Aji Sagulung DLH Batam tps liar