Dukung Akses Rempang Eco City, Amsakar Siapkan Trans Batam dan Kapal

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:30 WIB
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Festival Transmigrasi 2026 di kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026). Foto: Humas BP Batam
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Festival Transmigrasi 2026 di kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026). Foto: Humas BP Batam

batampos – Pemerintah menyiapkan dukungan transportasi darat dan laut untuk mempermudah akses menuju kawasan Rempang Eco City, khususnya Tanjung Banon. Layanan Trans Batam dan bus DAMRI disiapkan untuk jalur darat, sedangkan tiga kapal, yakni Sri Bulang, Sri Galang, dan Sri Toda, direncanakan mendukung konektivitas melalui jalur laut.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan dukungan transportasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan Rempang. Pemerintah juga akan mempertimbangkan hasil kajian mahasiswa dari Jerman dan Universitas Diponegoro (Undip) sebagai masukan dalam pengembangan wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Festival Transmigrasi 2026 yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) di kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10).

Festival tersebut memaparkan sejumlah rekomendasi pengembangan kawasan, mulai dari pembangunan infrastruktur inovatif, pusat peningkatan keterampilan atau skill hub, agroforestri, hingga ekowisata.

Rekomendasi itu merupakan hasil Summer Course 2026 yang melibatkan 20 mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama Undip. Para mahasiswa mengikuti pembelajaran lapangan di kawasan Rempang pada 1–10 Oktober 2026.

Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam merancang pengembangan kawasan transmigrasi dengan memperhatikan potensi sumber daya alam dan kemampuan masyarakat setempat.

Amsakar mengatakan sejumlah upaya yang direkomendasikan telah mulai berjalan, di antaranya penghijauan melalui pembangunan taman serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan bibit untuk kegiatan budidaya bahari bagi nelayan setempat.

“Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan, yakni proses penghijauan dengan pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan bibit budidaya bahari untuk para nelayan setempat,” kata Amsakar.

Terkait konektivitas, ia berharap ketersediaan sarana transportasi darat dan laut nantinya dapat mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan Rempang Eco City.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City,” ujarnya.

Festival Transmigrasi 2026 dibuka Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dalam sambutannya, Iftitah mengatakan rekomendasi hasil kajian tersebut akan ditindaklanjuti untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan agar masyarakat transmigran dapat mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya,” kata Iftitah.

Selain pemaparan rekomendasi, kegiatan tersebut diisi doa bersama, tausiyah oleh Ustaz Das’ad Latif, pertunjukan seni budaya dari Lebah Begantong, serta pameran edukasi kawasan transmigrasi. Sejumlah stan juga menampilkan produk unggulan daerah, kerajinan, kuliner, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Undip Wijayanto, serta Direktur TUM Walter Timo De Vries. (*)

Editor : M Tahang
Festival Transmigrasi 2026 trans batam Rempang Eco City