batampos - Pemadaman listrik yang melanda Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang, Senin (12/10), mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. Di Batam, sejumlah aplikasi Pemerintah Kota (Pemko) sempat tidak bisa diakses akibat terputusnya pasokan listrik. Pemko juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah persimpangan yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pemadaman sejak pagi menjadi perhatian pemerintah daerah karena sejumlah layanan bergantung pada pasokan listrik dan sistem digital.
“Situasi memang dari pagi kita mati lampu. Kita antisipasi juga dengan yang ada dan mudah-mudahan semua pelayanan publik di Pemko Batam tidak ada kendala,” kata Rudi.
Menurut dia, pemadaman turut berdampak pada pengaturan lalu lintas. Ketika lampu lalu lintas tidak berfungsi, pengaturan kendaraan perlu dilakukan untuk mencegah penumpukan di persimpangan.
“Ada pengalihan arus. Teman-teman dari kepolisian juga kita lihat. Jadi intinya masalah ini berdampak terhadap pelayanan publik. Kita antisipasi dengan barangkali ada yang kita alihkan arusnya atau ada yang ditutup persimpangannya supaya tidak menimbulkan kemacetan,” ujarnya.
Rudi mengatakan Pemko Batam terus berkoordinasi untuk mengantisipasi dampak pemadaman. Pemerintah berharap gangguan kelistrikan segera ditangani agar kegiatan masyarakat dan pelayanan pemerintahan kembali berjalan normal.
Meski pelayanan di lingkungan Pemko Batam tetap diupayakan berjalan, sejumlah layanan berbasis digital menghadapi kendala. Rudi menyebut beberapa aplikasi pemerintah tidak dapat diakses saat listrik padam.
“Semua aplikasi kita tadi juga sudah belum bisa diakses dan memang ya semua itu berkaitan dengan daya listrik,” katanya.
Ia menambahkan, layanan yang berkaitan dengan keuangan dan administrasi tetap diupayakan berjalan. Namun, layanan yang bergantung langsung pada jaringan listrik dan sistem daring lebih rentan terganggu.
Pemko Batam juga berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat agar pengguna layanan dapat menyesuaikan aktivitas selama gangguan berlangsung. Rudi mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu pemulihan listrik secara menyeluruh.
Sementara itu, PT PLN Batam menyatakan tengah memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap setelah terjadi gangguan pada sistem Batam dan sekitarnya. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan listrik ke beberapa wilayah di Batam.
PLN Batam memprioritaskan pemulihan pasokan ke objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya. Tim teknis dikerahkan untuk mempercepat penormalan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keandalan pasokan listrik.
Hingga Senin siang, penyebab utama gangguan masih dalam penyelidikan. PLN Batam menyatakan fokus penanganan saat itu adalah memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap.
Dampak pemadaman juga dirasakan di Tanjungpinang. Untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik selama pasokan dari Batam belum pulih sepenuhnya, pengoperasian generator set (genset) cadangan diupayakan. Namun, kapasitas genset yang tersedia disebut hanya mampu memenuhi sekitar 30 hingga 40 persen kebutuhan listrik. Karena itu, pemadaman bergilir sementara berpotensi diberlakukan.
Rudi berharap upaya pemulihan yang dilakukan PLN segera membuahkan hasil sehingga pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*)
Editor : Yofi Yuhendri