batampos - Anak-anak di Kelurahan Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam, masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan tingkat sekolah menengah atas (SMA). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) belum merencanakan pembangunan gedung sekolah di wilayah tersebut dan memilih menyiapkan skema sekolah jarak jauh sebagai solusi sementara.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan lulusan sekolah menengah pertama (SMP) di Pulau Abang dapat melanjutkan pendidikan melalui program sekolah jarak jauh. Skema ini mengikuti arahan pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan di wilayah dengan kendala geografis.
“Di Pulau Abang itu sampai hari ini mungkin sekolah jarak jauh dulu kita buat. Seperti arahan Pak Menteri itu,” kata Andi kepada Batam Pos, Senin (12/10).
Meski demikian, pembangunan sekolah fisik di Pulau Abang belum masuk dalam rencana pemerintah daerah. “Kalau buat bangun sekolah belumlah,” ujarnya.
Andi menjelaskan, Cabang Dinas Pendidikan Kepri telah berkoordinasi dengan Camat Galang dan lurah setempat untuk memeriksa kondisi di lapangan, termasuk jumlah lulusan SMP yang membutuhkan akses pendidikan tingkat SMA.
Baca Juga: Anak Nelayan Pulau Abang Banyak Tak Lanjut SMA, Pemprov Kepri Turun Tangan
Sejumlah lulusan SMP disebut akan didaftarkan untuk mengikuti sekolah jarak jauh. Namun, Andi belum memastikan jumlah siswa yang telah terdaftar maupun waktu program tersebut mulai berjalan secara penuh.
“Kalau kemarin itu ada empat siswa dan beberapa orang yang (daftar SMA sekolah jarak jauh) kelas satu tahun ini,” katanya.
Menurut Andi, pembelajaran dapat dilakukan secara daring maupun tatap muka, menyesuaikan situasi dan kebutuhan siswa.
“Yang pasti pembelajarannya bisa offline, bisa online, tergantung situasi,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan program, Andi mengaku masih perlu memastikan perkembangannya kepada kepala bidang yang menangani pendidikan.
“Saya tanyakan kepala bidangku dulu. Apakah sudah mulai atau bagaimana,” katanya.
Sebelumnya, Batam Pos melaporkan sekitar 30 siswa lulus setiap tahun dari SMP Negeri 24 Batam di Pulau Abang. Namun, sekitar 10 hingga 15 siswa di antaranya disebut tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Salah satu kendala utama adalah biaya. Anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah harus menempuh pendidikan di luar pulau, sehingga keluarga perlu menanggung ongkos transportasi, makan, hingga tempat tinggal jika mereka menetap di Batam atau daerah lain.
Kondisi tersebut membuat kelanjutan pendidikan menjadi persoalan bagi sebagian anak setiap kali menyelesaikan SMP. Sekolah jarak jauh diharapkan menjadi jalan sementara untuk membuka akses pendidikan SMA bagi siswa di Pulau Abang, meski kepastian pembangunan sekolah fisik masih belum ada. (*)
Editor : Yofi Yuhendri