PM2.5 Capai 123,7, Kabut Asap Selimuti Batam

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:36 WIB
Dua orang warga memakai masker untuk melindungi udara yang kurang sehat akibat kabut asap, Senin (12/10).Kabut asap kiriman yang menyelumti Batam membuat kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Dua orang warga memakai masker untuk melindungi udara yang kurang sehat akibat kabut asap, Senin (12/10).Kabut asap kiriman yang menyelumti Batam membuat kualitas udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Kualitas udara di Batam berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (13/10). Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 123,7 berdasarkan laporan yang dikutip dari BMKG. Pada saat bersamaan, kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan, mulai dari Batam Center hingga Nongsa.

Pantauan pada pagi hingga siang hari menunjukkan langit berawan dan diselimuti kabut asap cukup pekat. Meski demikian, arus lalu lintas di sejumlah ruas utama, seperti Jalan Ahmad Yani dan kawasan Engku Putri, terpantau lancar dan relatif lengang.

Udara terasa gerah dengan embusan angin yang lemah. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga perlu mewaspadai perubahan cuaca, termasuk potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam memperkirakan cuaca di wilayah Kepri secara umum cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal.

Forecaster on Duty BMKG Hang Nadim Batam menyebut kelembapan udara yang relatif rendah di atmosfer sekitar Kepri kurang mendukung pertumbuhan awan hujan secara luas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak meniadakan potensi hujan di sejumlah daerah.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada siang hari. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Di tengah potensi hujan, ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian. BMKG mengingatkan bahwa asap dapat menurunkan jarak pandang sekaligus memicu gangguan pernapasan.

Baca Juga: Listrik Padam Berulang, Layanan Disdukcapil Batam Terganggu

Perubahan cuaca yang diperkirakan berlangsung sepanjang hari membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi lingkungan, terutama kelompok rentan yang berpotensi terdampak kualitas udara buruk.

Untuk wilayah Batam, prakiraan cuaca menunjukkan kabut asap pada pagi hari, potensi hujan lebat disertai petir pada siang hari, kemudian kondisi berkabut kembali pada malam hingga dini hari. Suhu udara diperkirakan berkisar 25–33 derajat Celsius.

Sementara itu, BMKG Maritim mengingatkan adanya potensi gelombang laut kategori sedang di perairan Kepri. Pada 13 Oktober 2026, gelombang setinggi hingga 1,9 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas.

Peringatan tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut.

Dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, potensi hujan disertai petir, serta gelombang laut sedang di sejumlah perairan, masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca setempat. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Kualitas Udara Batam PM2.5 BMKG Hang Nadim karhutla kabut asap