Blackout Berakhir, Warga Batam Masih Kesulitan Air Bersih

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:49 WIB
Seorang warga menampung air karena suplai air sempat terhenti Senin (12/10).suplai air yang sempat terhenti akibat aliran listrik PLN mati. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga menampung air, Senin (12/10). Suplai air terhenti akibat aliran listrik PLN mati. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda Batam pada Senin (12/10) telah berakhir. Namun, dampaknya masih dirasakan warga. Hingga Selasa (13/10) siang, pasokan air bersih di kawasan Marina dan Tanjunguncang belum kembali normal. Persediaan air di rumah mulai menipis, memaksa warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setelah gangguan listrik berakhir, warga justru menghadapi persoalan baru, yakni sulitnya mendapatkan air untuk mandi, memasak, mencuci, hingga membersihkan rumah. Aktivitas rumah tangga pun belum berjalan normal karena pasokan air masih tersendat.

Sebagian warga mulai mengandalkan air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pilihan tersebut menambah pengeluaran keluarga. Warga mengeluhkan harga air galon yang disebut mencapai Rp10 ribu per galon di tengah belum pulihnya pasokan air bersih.

“Listrik memang sudah kembali, tetapi air masih mati. Persediaan air di rumah semakin menipis, jadi terpaksa mencari air galon untuk kebutuhan sehari-hari,” keluh Ardian, warga Marina.

Kondisi ini juga menyulitkan ibu rumah tangga. Sejumlah warga mulai mencari koin untuk menggunakan fasilitas coin laundry atau tempat pencucian pakaian mandiri. Mereka memilih cara tersebut karena sulit mencuci pakaian di rumah ketika air tidak mengalir.

Pekerjaan rumah tangga yang biasanya dapat diselesaikan sendiri kini membutuhkan biaya dan tenaga tambahan. Warga pun harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi pasokan air yang belum pulih.

Sumardi, warga Batuaji, juga merasakan dampak gangguan listrik terhadap aktivitas sehari-hari. Menurutnya, ketika pasokan listrik terganggu, berbagai kebutuhan masyarakat ikut terdampak. Ia berharap persoalan yang muncul setelah pemadaman segera ditangani agar tidak semakin menyulitkan kehidupan rumah tangga.

Baca Juga: Listrik Padam Berulang, Layanan Disdukcapil Batam Terganggu

Gangguan aktivitas turut dirasakan anak-anak yang seharusnya belajar di rumah. Kondisi listrik yang masih hidup-mati membuat kegiatan belajar kurang nyaman, terutama bagi mereka yang mengandalkan perangkat elektronik dan jaringan internet. Sebagian anak akhirnya memilih belajar di luar rumah untuk mendapatkan suasana yang lebih mendukung.

Warga berharap pengelola layanan air bersih segera memulihkan pasokan ke kawasan terdampak sekaligus memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan yang masih berlangsung setelah blackout berakhir.

Bagi masyarakat, pulihnya pasokan listrik seharusnya diikuti dengan normalnya layanan pendukung lainnya. Sebab, selama air masih tidak mengalir, beban rumah tangga tetap terasa meski listrik sudah kembali menyala. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Tanjunguncang blackout Batam pemadaman listrik marina pasokan air bersih