Air Batam Baru Pulih 80 Persen, Normalisasi Jaringan Butuh 48 Jam

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:56 WIB
Seorang warga menampung air, Senin (12/10). Suplai air terhenti akibat aliran listrik PLN mati. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Seorang warga menampung air, Senin (12/10). Suplai air terhenti akibat aliran listrik PLN mati. F Cecep Mulyana/Batam Pos
 

batampos - Pasokan air bersih di Batam belum sepenuhnya pulih meski listrik kembali menyala setelah pemadaman sehari sebelumnya. Hingga Selasa (13/10) pukul 10.00 WIB, sekitar 80 persen area pelanggan mulai menerima aliran air. Untuk membantu warga yang masih kesulitan mendapatkan air, BP Batam menyiapkan 319 trip mobil tangki.

Pemulihan distribusi air masih berlangsung secara bertahap. Jaringan pipa perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah harus menunggu lebih lama, terutama kawasan di ujung jaringan dan dataran tinggi.

Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pulihnya instalasi pengolahan air (IPA) tidak serta-merta membuat seluruh pelanggan langsung menerima pasokan secara normal.

“Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil,” ujar Denny.

BP Batam memperkirakan normalisasi jaringan perpipaan membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam. Pengisian dilakukan secara bertahap untuk menstabilkan tekanan dan volume air sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan secara mendadak.

Di tengah proses pemulihan, gangguan listrik kembali terjadi pada Selasa pagi. Pada pukul 09.29 WIB, IPA Duriangkang 5 kembali terdampak pemadaman sehingga operasionalnya terhenti sementara. Gangguan listrik sekitar pukul 09.30 WIB juga memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya.

Baca Juga: Blackout Berakhir, Warga Batam Masih Kesulitan Air Bersih

Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada distribusi air ke KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, gangguan pada tangki ozon di Seraya berpotensi memengaruhi distribusi air ke Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.

Kawasan Sagulung, Batu Aji, dan Marina juga menjadi perhatian karena berada di wilayah ujung jaringan atau dataran tinggi yang berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan pasokan air yang stabil.

Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa pagi, sejumlah instalasi telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen. Instalasi tersebut meliputi IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.

Namun, kondisi berbeda terjadi di IPA Nongsa yang masih beroperasi pada kapasitas 18,75 persen. Operasional instalasi tersebut disesuaikan dengan kondisi air baku yang mengalami penurunan elevasi di Waduk Nongsa.

BP Batam bersama tim teknis Direktorat Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM) terus memantau kondisi instalasi dan berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan listrik di titik-titik terdampak. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
mobil tangki bp batam pemadaman listrik Air Bersih Batam distribusi air