batampos — Puluhan warga Kavling Nongsa, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya kembali mendatangi gerbang Nongsa Digital Park, Rabu (14/10). Mereka menuntut PT Air Batam Hilir segera memulihkan pasokan air bersih yang telah terhenti selama tiga hari.
Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari keluhan warga terkait gangguan distribusi air yang belum kunjung teratasi. Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga keperluan sanitasi.
“Sudah tiga hari air di tempat kami mati. Tiga hari terakhir kondisi semakin diperparah dengan tidak adanya bantuan dari pemerintah ataupun instansi terkait,” kata Rahman, warga Teluk Mata Ikan.
Menurut Rahman, kondisi di permukiman warga semakin memprihatinkan karena air tidak mengalir sama sekali. Sebagian warga bahkan terpaksa menggunakan air laut untuk keperluan sanitasi.
“Kondisi sudah kering parah. Tengoklah kami tidak ada air mengalir sama sekali, bahkan sampai gunakan air laut untuk cebok. Asli ini penyiksaan sekali bagi warga,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Lisa, warga Kavling Sambau, Nongsa. Ia mengatakan pasokan air sempat kembali mengalir setelah warga menggelar aksi pada pekan sebelumnya. Namun, aliran tersebut hanya bertahan beberapa hari sebelum kembali terhenti.
“Ada hidup kemarin, tapi kecil kali. Sebelumnya juga sempat ada bantuan air tangki, tapi makin ke sini makin parah. Gak sanggup kami pakai air galon, beli terus,” kata Lisa.
Warga yang berkumpul di depan gerbang Nongsa Digital Park berharap mendapat kepastian mengenai waktu pemulihan distribusi air ke permukiman mereka.
Kekecewaan terhadap gangguan air yang berkepanjangan juga memunculkan ancaman aksi lanjutan. Warga menyatakan akan mempertimbangkan pemblokiran jalan dan menggelar aksi di kantor pemerintah jika tidak ada kepastian penyelesaian.
PT Air Batam Hilir Sebut Dampak Pemadaman Listrik
Humas PT Air Batam Hilir, Ginda, mengatakan gangguan distribusi air di sejumlah permukiman merupakan dampak pemadaman listrik yang terjadi di Batam pada Senin (12/10).
Menurut dia, pemadaman tersebut menyebabkan instalasi pengolahan air (IPA) tidak berfungsi sehingga distribusi air ke sejumlah wilayah ikut terganggu.
“Intinya kondisi itu pengaruh dari blackout dari Batam pada Senin kemarin, sebab IPA tidak berfungsi sehingga berdampak ke permukiman warga di daerah lain seperti di Kecamatan Sagulung. Pemulihan bertahap, jadi harap warga sabar dulu,” kata Ginda.
PT Air Batam Hilir menyebut pemulihan distribusi air dilakukan secara bertahap. Namun, warga Nongsa masih menunggu kepastian kapan pasokan air ke rumah mereka kembali normal.
Bagi warga, persoalan ini bukan sekadar gangguan layanan, melainkan menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. Mereka berharap pemulihan segera dilakukan agar aktivitas rumah tangga dan sanitasi tidak terus terganggu. (*)
Editor : Putut Ariyo