batampos - Kualitas udara di Kota Batam semakin mengkhawatirkan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 258 pada Rabu (14/10) pukul 11.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat dan menjadi nilai tertinggi dalam pemantauan sejak tengah malam.
Berdasarkan data Tim Pemantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam yang bersumber dari BMKG Hang Nadim, kualitas udara Batam telah berada pada kategori tidak sehat sejak pukul 00.00 WIB dengan nilai ISPU 164.
Angka tersebut sempat berfluktuasi pada dini hari. ISPU turun menjadi 159 pada pukul 01.00 WIB, kemudian naik menjadi 170 pada pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, nilainya bergerak pada kisaran 157–163 hingga pukul 05.00 WIB.
Memasuki pagi hari, ISPU sempat turun menjadi 130 pada pukul 06.00 WIB. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama. Angka ISPU kembali naik menjadi 145 pada pukul 07.00 WIB, sebelum melonjak tajam ke angka 240 pada pukul 08.00 WIB.
Setelah sempat turun menjadi 165 pada pukul 09.00 WIB, kualitas udara kembali memburuk. ISPU mencapai 207 pada pukul 10.00 WIB dan terus meningkat hingga 258 pada pukul 11.00 WIB.
Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena nilai ISPU telah memasuki kategori sangat tidak sehat.
“Nilai ISPU harus terus dipantau karena kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Kami mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisinya memburuk,” ujar IP, Rabu (14/10).
Baca Juga: Udara Batam Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Capai 123,7
Berdasarkan klasifikasi ISPU, nilai 0–50 masuk kategori baik, 51–100 kategori sedang, 101–200 kategori tidak sehat, 201–300 kategori sangat tidak sehat, sedangkan nilai di atas 300 tergolong berbahaya.
Dengan nilai mencapai 258, kualitas udara Batam pada pukul 11.00 WIB telah memasuki kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
Masyarakat disarankan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dan menutup jendela ketika kualitas udara di luar memburuk. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikel halus juga disarankan apabila warga harus beraktivitas di luar rumah.
Warga perlu mewaspadai gejala seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas. Jika keluhan memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.
Meski angka ISPU menunjukkan peningkatan pencemaran udara, penyebab spesifik memburuknya kualitas udara di Batam pada Rabu tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan data ISPU.
"Masyarakat dapat memantau perkembangan kualitas udara melalui laman pemantauan ISPU DLH Kota Batam di https://silh.batam.go.id/ispu/