batampos - Kabut asap yang menyelimuti Kota Batam mulai menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim, Rabu (14/10). Jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan sekitar 1.400 meter. Sementara itu, dua penerbangan terpantau mengalami keterlambatan.
Berdasarkan pantauan pada monitor informasi penerbangan, dua penerbangan yang mengalami keterlambatan masing-masing melayani rute Batam–Kuala Lumpur, Malaysia, dan Batam–Pekanbaru. Namun, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan kedua penerbangan tersebut.
Kepala Humas BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan sebaran dari Sumatera dan Kalimantan.
Menurut dia, angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3–15 kilometer per jam. Pergerakan asap mengarah ke barat laut hingga timur laut sehingga Kepulauan Riau ikut terdampak.
“Sehingga memang Kepri kena sebaran asapnya,” kata Suratman.
Baca Juga: Udara Batam Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Capai 123,7
Ia menjelaskan, jarak pandang di kawasan Bandara Hang Nadim yang berada di sekitar 1.400 meter sudah masuk kategori waspada bagi bandara dengan landasan pendek.
“Ini sudah masuk waspada bagi bandara landasan pendek, kalau untuk Batam sejauh ini masih aman,” ujarnya.
Kabut asap terlihat menebal di sejumlah wilayah Batam sejak Rabu pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut juga tampak di sekitar kawasan bandara.
Selain mengurangi jarak pandang, pencemaran udara di Batam turut menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada pembaruan pukul 08.00 WIB mencapai 190,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Meski kabut asap dan penurunan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keterlambatan dua penerbangan yang terpantau.(*)
Editor : Yofi Yuhendri