batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah dugaan penyebab gangguan listrik atau blackout yang melanda Batam, Kepulauan Riau. Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan sambaran petir yang memengaruhi jaringan listrik hingga kemungkinan gangguan akibat hewan.
Bahlil mengatakan, dirinya telah menerima laporan mengenai beberapa kendala teknis yang memengaruhi operasional jaringan listrik di Batam. Namun, penyebab pasti gangguan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Ada beberapa masalah teknis di wilayah Batam, dan beberapa jaringan mengalami gangguan karena petir, menurut laporan yang saya terima. Ada juga kesalahan teknis, kurang lebih seperti itu,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu.
Selain petir dan kendala teknis, Bahlil menyebut adanya dugaan gangguan yang melibatkan hewan, yang kemungkinan merupakan kelelawar. Meski demikian, dia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana hewan tersebut diduga memicu gangguan pada jaringan listrik.
“Secara teknis ada tiga, dan salah satunya, menurut mereka, adalah hewan atau semacamnya, kelelawar atau semacam itu yang menyebabkan gangguan, mungkin seperti itu,” ujar Bahlil.
Dia menegaskan, gangguan listrik di Batam menjadi perhatian pemerintah. Menurut dia, peningkatan kualitas layanan kelistrikan perlu dilakukan, termasuk dengan memperkuat pemeliharaan dan perbaikan jaringan di sejumlah daerah.
Bahlil menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan layanan kelistrikan yang dikelola PT PLN (Persero). Karena itu, penyebab gangguan perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan evaluasi teknis perusahaan.
Terkait kemungkinan kompensasi bagi warga yang terdampak pemadaman listrik, Bahlil mengatakan akan membicarakan persoalan tersebut terlebih dahulu dengan PLN.
“Saya akan membicarakannya terlebih dahulu dengan PLN, karena PLN yang paling mengetahui secara teknis bagaimana pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Bahlil belum merinci hasil investigasi yang memastikan penyebab utama gangguan listrik di Batam maupun keputusan mengenai kompensasi bagi pelanggan terdampak. (*)
Editor : Putut Ariyo