Kualitas Udara Batam Memburuk, ISPU BatamTembus 200

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:43 WIB
Kabut asap kiriman yang melanda kota Batam semakin parah, Kamis (15/10). kondisi ini sudah  berlangsung  beberapa minggu membuat kuualitaa udara tidak sehat.  F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap kiriman yang melanda kota Batam semakin parah, Kamis (15/10). kondisi ini sudah berlangsung beberapa minggu membuat kuualitaa udara tidak sehat. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 
batampos - Kualitas udara di Batam memburuk dalam sepekan terakhir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menduga asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Sumatera bagian selatan, terutama Sumatera Selatan dan Jambi, turut memengaruhi kondisi udara di kota ini.

Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam, IP, mengatakan kualitas udara dalam dua hingga tiga hari terakhir berada pada kategori tidak sehat. Bahkan, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Batam sempat melampaui angka 200.

“Udara Batam dalam seminggu terakhir tidak sehat. Bahkan dua tiga hari belakangan tidak sehat. Nilai ISPU kita melebihi 200 kemarin,” kata IP kepada Batam Pos, Kamis (15/10) siang.

Ia menduga penurunan kualitas udara tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera bagian selatan. Dugaan itu didasarkan pada masih tingginya jumlah titik panas atau hotspot di kawasan tersebut.

“Sumatera Selatan, Jambi. Di situ kelihatannya hotspot masih tinggi,” ujarnya.

Menurut IP, kondisi udara tidak sehat berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. DLH Batam terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk sektor kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk memantau perkembangan titik panas serta perubahan kualitas udara.

“Kita ingin memastikan apakah terjadi penurunan hotspot,” katanya.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Hang Nadim Batam

IP mengatakan upaya pemadaman kebakaran di sejumlah daerah masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, masyarakat, hingga relawan. Namun, selama jumlah titik panas masih tinggi dan asap terbawa ke wilayah lain, kualitas udara Batam berpotensi tetap terdampak.

Di tingkat daerah, DLH juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati saat kualitas udara memburuk.

Selain itu, Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi dan Informatika mengimbau sekolah mempertimbangkan pembelajaran dari rumah apabila kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

“Bila udara tidak sehat, kita rekomendasikan untuk belajar dari rumah saja,” ujarnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
kualitas udara ISPU Batam sumatera selatan karhutla kabut asap