Amsakar Minta PLN Evaluasi Blackout Batam, Penyebab Belum Terungkap

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:41 WIB
Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. M. Sya’ban/Batam Pos
Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. F. M. Sya’ban/Batam Pos
 

batampos - Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta PT PLN melakukan evaluasi menyeluruh pascapadam listrik atau blackout yang melumpuhkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Batam. Penguatan keandalan sistem kelistrikan dinilai penting agar gangguan serupa tidak kembali meluas.

Meski demikian, Amsakar memilih tidak berspekulasi mengenai penyebab blackout yang terjadi Senin (12/10) lalu. Menurutnya, persoalan teknis tersebut harus dijelaskan oleh PLN sebagai pihak yang berkompeten, terlebih tim investigasi telah dibentuk untuk menelusuri kejadian tersebut.

Hal itu disampaikan Amsakar saat diwawancarai usai rapat paripurna DPRD Kota Batam, Jumat (16/10).

“Kalau kita tidak menjawab, kita bukan pada porsi yang tepat. Bisa jadi jawaban kita bias,” kata Amsakar, menjelaskan alasannya menyerahkan persoalan penyebab gangguan kepada pihak yang berkompeten.

Ia mengaku belum menerima informasi mengenai kabar yang mengaitkan blackout dengan pengujian pusat data (data center). Menurutnya, berbagai kemungkinan penyebab harus diklarifikasi melalui proses investigasi, bukan berdasarkan dugaan.

“Semua hal menjadi mungkin. Karena itu, soal meng-clear-kan informasi, biar tim yang kompeten yang menjawabnya. Ada tim investigasi,” ujarnya.

Amsakar menegaskan, hal yang lebih mendesak setelah blackout adalah memastikan sistem kelistrikan Batam mampu mengantisipasi gangguan dan mencegah dampaknya meluas ke berbagai wilayah.

Baca Juga: Blackout 12 Jam di Batam Picu Potensi Kerugian Rp233,5 Miliar

Salah satu hal yang perlu dievaluasi, kata dia, adalah kemampuan sistem untuk melokalisasi gangguan sehingga masalah pada satu titik jaringan tidak berdampak luas.

“Perlu ada langkah antisipasi ke depan apabila terjadi sesuatu di luar yang kita pikirkan. Hendaknya problem itu selesai dan bisa dilokalisasi di seputaran titik itu. Jadi jangan sampai meluas di berbagai daerah,” katanya.

Politikus Partai NasDem itu mengaku telah berkomunikasi dengan jajaran PLN, termasuk direktur utama dan manajer operasional, untuk memantau perkembangan penanganan gangguan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya pada malam kejadian, pemulihan pasokan listrik telah mencapai sekitar 88 persen hingga pukul 21.30 WIB. Saat itu, ia mendapat informasi bahwa pasokan listrik diharapkan kembali normal sekitar tengah malam.

Amsakar mengatakan, dirinya terus berkoordinasi sejak pagi hingga malam untuk memantau perkembangan pemulihan listrik.

Menurutnya, pemulihan yang dilakukan dalam satu malam menunjukkan adanya upaya serius dari PLN. Namun, kejadian tersebut tetap harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keandalan pelayanan listrik di Batam.

Aktivitas Ekonomi Terganggu

Amsakar mengakui blackout berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan kegiatan usaha di Batam. Ketergantungan berbagai sektor terhadap pasokan listrik membuat gangguan tersebut turut memengaruhi aktivitas ekonomi, termasuk proses produksi perusahaan.

Ia memperkirakan perputaran uang di pusat-pusat perbelanjaan pada hari kejadian tidak jauh berbeda dari kondisi biasanya. Namun, perkiraan itu belum didukung kajian khusus dan tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh sektor usaha.

“Untuk soal produksi, barangkali cukup terganggu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai besaran kerugian yang dialami masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perusahaan, Amsakar mengaku belum memiliki kajian untuk menghitung nilai kerugian tersebut.

Ia juga menyinggung mekanisme kompensasi yang diatur PLN bagi pelanggan terdampak. Namun, terkait penilaian masyarakat bahwa kompensasi tersebut belum memadai, Amsakar belum memberikan penjelasan lebih jauh.

Ia mengatakan berencana menemui jajaran PLN untuk memperoleh informasi langsung mengenai persoalan tersebut.

“Saya ingin dapat informasi dari Pak Apu (Kwin Fo-Dirut PLN Batam),” ujarnya.

Menanggapi anggapan masyarakat bahwa dirinya seolah menghilang saat blackout terjadi, Amsakar membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya terus memantau kondisi dan berkomunikasi dengan PLN, meskipun tidak langsung menyampaikan pernyataan kepada publik ketika informasi yang diterimanya belum final.

Menurutnya, menyampaikan keterangan yang belum terkonfirmasi justru berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ketika sesuatu itu belum final, tidak mungkin bagi kita membuat statement yang kemudian membuat warga kita semakin resah. Saya ingin semuanya jelas, semuanya final,” ujarnya.

Baca Juga: Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Batam

Amsakar juga menceritakan bahwa rumahnya turut mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa dampak blackout tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat secara langsung.

Ke depan, ia berharap evaluasi tidak berhenti pada penanganan gangguan yang telah terjadi. Penguatan sistem interkoneksi dan kesiapan mekanisme pengalihan pasokan ketika terjadi gangguan dinilai penting agar layanan listrik dapat pulih lebih cepat dan dampaknya tidak meluas.

“Kalau sempat mati satu, idealnya sudah ada mesin yang bekerja menggantikannya,” kata Amsakar. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
listrik Batam blackout Batam Evaluasi PLN amsakar achmad PLN Batam