batampos — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menggelar pelatihan tata boga dan pastry bagi 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ayola Signature Ocarina Batam. Pelatihan selama sepekan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan, kualitas produk, dan daya saing pelaku usaha kuliner.
Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi ketujuh dalam program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, khususnya dalam pengembangan industri kreatif.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kualitas pelaku usaha kreatif, terutama di bidang kuliner,” kata Ardiwinata saat dihubungi, Jumat (16/10).
Menurut Ardiwinata, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mengikuti praktik pengolahan makanan, termasuk pembuatan pastry. Melalui pembelajaran tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner yang lebih berkualitas, memiliki cita rasa yang baik, serta mampu bersaing di pasar.
Peningkatan keterampilan juga perlu dibarengi dengan semangat kewirausahaan agar pelaku UMKM dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan begitu, usaha yang dijalankan tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian keluarga.
Kuliner Jadi Andalan Ekonomi Kreatif Batam
Ardiwinata menjelaskan, kuliner merupakan satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang berpotensi dikembangkan di Batam. Subsektor lainnya mencakup film, radio, permainan, aplikasi, arsitektur, fesyen, dan fotografi.
Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup dilakukan melalui satu jenis pelatihan. Disbudpar berharap program peningkatan keterampilan dapat diperluas ke subsektor lain sehingga semakin banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya.
“Harapannya, mereka bisa meningkatkan kualitas produk sehingga semakin bersemangat menjalankan usaha dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Pengembangan usaha kuliner juga dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata Batam. Sebagai salah satu tujuan wisata, Batam membutuhkan produk makanan dan layanan kuliner berkualitas untuk mendukung pengalaman wisatawan.
Pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Produk kuliner yang berkualitas berpotensi menjadi bagian dari daya tarik wisata sekaligus memperkaya pilihan makanan bagi pengunjung.
Dengan peningkatan keterampilan dan mutu produk, pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap pariwisata daerah.
Pemko Batam Siapkan Dukungan Permodalan UMKM
Selain meningkatkan keterampilan melalui pelatihan, Pemerintah Kota Batam juga menyediakan dukungan permodalan bagi pelaku usaha.
Ardiwinata menyebutkan, salah satu bentuk dukungan tersebut berupa bantuan bunga pinjaman yang ditanggung pemerintah untuk pinjaman hingga Rp20 juta. Pelaku usaha juga dapat mengakses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta menjaga kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Melalui kombinasi pelatihan keterampilan dan akses permodalan, Pemko Batam mendorong pelaku ekonomi kreatif agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Upaya ini juga diharapkan memberi dampak lebih luas bagi perekonomian keluarga serta memperkuat sektor kuliner sebagai bagian dari daya tarik pariwisata Batam. (*)
Editor : Putut Ariyo