MV Doulos Hope Hadir di Batam hingga 1 November 2026, Bawa Ribuan Judul Buku

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 10:35 WIB
Pengunjung melihat koleksi buku di atas kapal perpustakaan terapung MV Doulos Hope yang bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, Jumat (16/10). Kapal yang membawa lebih dari 2.000 judul buku itu dibuka untuk umum hingga 1 November 2026. F. Jamaluddin / Batam Pos
Pengunjung melihat koleksi buku di atas kapal perpustakaan terapung MV Doulos Hope yang bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, Jumat (16/10). Kapal yang membawa lebih dari 2.000 judul buku itu dibuka untuk umum hingga 1 November 2026. F. Jamaluddin / Batam Pos

batampos — Sebuah kapal bersandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, Jumat (16/10). Orang-orang datang silih berganti, menaiki tangga kapal, lalu menjelajahi koleksi buku yang tersusun rapi. Sebagian asyik membaca dan berswafoto, sementara lainnya memilih bersantai di kafe yang tersedia di atas kapal.

Pengunjung terlebih dahulu menukarkan tiket masuk seharga Rp10 ribu sebelum bisa menjelajahi bagian dalam kapal. Di sana, ribuan buku dari beragam kategori tersedia, mulai dari buku anak-anak, fiksi, nonfiksi, sains, agama, hingga literatur ekonomi dan bisnis.

Kapal tersebut bernama MV Doulos Hope, perpustakaan terapung internasional yang dikelola organisasi nirlaba GBA Ships. Bukan sekadar membawa buku, kapal ini mengemban misi mendekatkan literatur dan pengetahuan kepada masyarakat di berbagai negara yang disinggahinya.

Setelah sebelumnya bersandar di Jakarta, MV Doulos Hope tiba di Batam dan dijadwalkan melayani pengunjung mulai 16 Oktober hingga 1 November 2026. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran ke Singapura.

Shekinah, salah seorang sukarelawan Doulos Hope asal Afrika Selatan, mengatakan kapal tersebut membawa lebih dari 2.000 judul buku yang bisa dijelajahi pengunjung.

“Kami memiliki lebih dari 2.000 judul buku yang berbeda, mulai dari literatur, ekonomi, bisnis, dan sebagainya. Silakan datang dan melihat pilihan buku yang kami miliki,” kata Shekinah.

Bukan Sekadar Kapal Buku

Bagi para sukarelawan, Doulos Hope bukan hanya tempat untuk menjual buku atau mengajak orang membaca. Kapal ini juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang dan kebudayaan.

Kunjungan ke Batam, kata Shekinah, memberi kesempatan bagi para sukarelawan untuk bertemu langsung dengan masyarakat setempat sekaligus mengenal budaya yang berbeda. Pengunjung pun dapat berinteraksi dengan kru yang berasal dari berbagai negara.

“Kami merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan orang-orang yang berbeda dan mengenal budaya mereka,” ujarnya.

Doulos Hope merupakan kapal kelima yang dioperasikan GBA Ships. Organisasi tersebut telah menjalankan pelayanan melalui kapal buku selama lebih dari 50 tahun, dengan pelayaran ke berbagai belahan dunia.

Saat ini, Doulos Hope beroperasi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Misinya adalah memperluas akses masyarakat terhadap literatur, berbagi pengetahuan, serta menghadirkan bantuan dan harapan melalui interaksi dengan masyarakat di setiap pelabuhan yang disinggahi.

Kapal ini memiliki enam dek dengan panjang sekitar 85,5 meter dan lebar 14 meter. Di dalamnya terdapat ruang makan, ruang bersantai atau piano lounge, tempat penyelenggaraan kegiatan, serta kabin untuk para kru.

Berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari kehidupan para sukarelawan selama berlayar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.

Sekitar 100 kru dari 35 negara bertugas di atas kapal. Mereka tidak hanya menangani operasional kapal, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pelayanan dan berinteraksi dengan para pengunjung.

Pada hari pertama dibuka untuk umum di Batam, Shekinah menyebut sekitar 1.000 orang telah datang berkunjung. Jumlah pengunjung pada hari-hari berikutnya masih akan dihitung.

“Doulos Hope adalah kesempatan bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan harapan. Kami berharap orang-orang yang datang juga bisa mendapatkan pengalaman yang baik selama berada di kapal,” katanya.

Melanjutkan Tradisi Kapal Buku

Nama Doulos Hope memiliki makna tersendiri. Kata doulos berasal dari bahasa Yunani yang berarti pelayan. Nama tersebut mencerminkan misi kapal untuk melayani masyarakat melalui buku, pengetahuan, dan harapan.

Kapal ini melanjutkan tradisi pelayanan kapal buku GBA Ships yang sebelumnya mengoperasikan MV Doulos dan MV Logos Hope.

MV Doulos dikenal sebagai salah satu kapal buku yang melayani masyarakat di berbagai negara selama puluhan tahun. Setelah masa pelayanannya berakhir, tradisi tersebut diteruskan oleh MV Logos Hope yang mulai beroperasi pada 2009.

Doulos Hope kemudian hadir sebagai bagian dari pengembangan pelayanan organisasi tersebut. GBA Ships membeli kapal ini pada Mei 2022, lalu melakukan penyesuaian ruang agar sesuai dengan kebutuhan operasional sebagai perpustakaan terapung. Kapal tersebut mulai beroperasi pada Mei 2023.

Sebelum dikenal sebagai Doulos Hope, kapal ini memiliki sejarah panjang. Pembangunannya bermula di Jerman pada akhir 1980-an. Dalam perjalanannya, kapal tersebut pernah menggunakan sejumlah nama, termasuk Aurora II, Megastar Aries, Genting World, dan The Taipan, sebelum diakuisisi GBA Ships dan berganti nama menjadi Doulos Hope.

CEO GBA Ships, Seelan Govender, mengatakan pengembangan kapal baru ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan organisasi.

Menurutnya, kemitraan yang lebih kuat memungkinkan kapal berada lebih lama di suatu pelabuhan dan kembali mengunjungi wilayah yang sama dalam waktu lebih singkat.

Melalui pengembangan tersebut, GBA Ships juga ingin menjangkau lebih banyak kawasan, melampaui wilayah yang selama ini dilayani Logos Hope. Di Batam, misi itu hadir melalui ribuan buku dan kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai penjuru dunia. (*)

Editor : Putut Ariyo
MV Doulos Hope kapal buku Batam perpustakaan terapung GBA Ships wisata batam