Akses Seiladi Ditutup, Pengendara Terjebak Macet di Baloi

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:42 WIB
Akses jalan menuju Seiladi yang ditutup dan memicu kemacetan di Baloi. F.Eusebius/Batam Pos
Akses jalan menuju Seiladi yang ditutup dan memicu kemacetan di Baloi. F.Eusebius/Batam Pos

 
batampos - Penutupan akses jalan menuju Seiladi akibat perbaikan gorong-gorong di bawah Hotel Vista dan pekerjaan di sekitar putaran balik (U-turn) depan Rumah Sakit Awal Bros memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan Batam.

Setiap sore, antrean kendaraan mengular di kawasan Baloi karena pengendara yang hendak menuju Tiban dan Sekupang terpaksa menggunakan jalur alternatif.

Penutupan tersebut membuat kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Raja H Fisabilillah, serta Jalan Yos Sudarso yang hendak menuju Tiban dan Sekupang melalui jalur Sungai Ladi tidak bisa melintas seperti biasa. Pengendara terpaksa mengalihkan perjalanan melalui kawasan Lubukbaja atau Kampung Merah, Baloi.

Perubahan arus lalu lintas itu memicu kepadatan di sejumlah persimpangan. Kendaraan yang menuju Tiban harus memutar melalui Baloi, sehingga volume lalu lintas meningkat, terutama pada jam pulang kerja. Kondisi semakin padat ketika arus kendaraan bertemu dengan kendaraan yang keluar masuk jalan-jalan perumahan di sepanjang Jalan Bunga Raya.

Kemacetan juga diperparah oleh kepadatan di U-turn serta antrean kendaraan di lampu lalu lintas Simpang Baloi. Kendaraan hanya bisa bergerak perlahan, bahkan harus berhenti cukup lama sebelum mendapat kesempatan melintas. Akibatnya, waktu tempuh pengendara menuju tempat tujuan menjadi lebih panjang.

“Luar biasa macetnya. Karena semua kendaraan yang mau ke Tiban tak bisa lagi melalui flyover. Harus mutar ke Baloi semua,” ujar Anwar, salah seorang pengendara yang merasakan langsung dampak pengalihan arus tersebut.

Menurut pengendara, penutupan akses itu membuat jalur alternatif menanggung beban kendaraan yang jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal. Arus kendaraan dari berbagai arah bertemu di sejumlah persimpangan, sementara kendaraan yang keluar masuk kawasan permukiman turut memperlambat pergerakan lalu lintas.

Di tengah kepadatan tersebut, personel polisi lalu lintas terlihat berupaya mengurai antrean kendaraan. Salah satu langkah yang dilakukan ialah membuat jalur khusus bagi kendaraan yang hendak berbelok menuju Tiban di lampu merah Simpang Baloi. Pengaturan ini bertujuan agar kendaraan menuju kawasan tersebut tidak semakin menghambat arus dari arah lain.

Namun, upaya pengaturan lalu lintas itu belum sepenuhnya mampu mengatasi kemacetan. Tingginya volume kendaraan yang dialihkan membuat antrean tetap terjadi, terutama pada sore hari ketika aktivitas masyarakat dan arus pulang kerja meningkat bersamaan.

Warga berharap perbaikan gorong-gorong di bawah Hotel Vista dan pekerjaan di sekitar U-turn depan RS Awal Bros dapat dipercepat. Penyelesaian pekerjaan tersebut dinilai penting untuk memulihkan kelancaran lalu lintas, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur menuju Tiban dan Sekupang.

Masyarakat juga berharap pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung terus dioptimalkan agar penutupan akses tidak semakin membebani pengguna jalan. Kejelasan jalur alternatif dan percepatan pekerjaan dinilai penting untuk mengurangi waktu tempuh serta mencegah antrean kendaraan semakin panjang pada jam sibuk. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Kemacetan Batam Baloi Seiladi tiban sekupang