Jalan Menuju Tiban Ditutup, Macet Sore Hari Mengular hingga Baloi

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:40 WIB
Imbas perbaikan jalan di depan Hotel Vista, warga harus memutar ke Baloi, ada kemacetan di sana. F. Eusebius / Batam Pos
Imbas perbaikan jalan di depan Hotel Vista, warga harus memutar ke Baloi, ada kemacetan di sana. F. Eusebius / Batam Pos

batampos – Penutupan akses jalan menuju Seiladi akibat perbaikan gorong-gorong di bawah Hotel Vista dan pekerjaan di sekitar putaran balik (U-turn) depan Rumah Sakit Awal Bros memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan Batam. Setiap sore, antrean kendaraan mengular karena pengendara yang hendak menuju Tiban dan Sekupang harus melewati jalur alternatif.

Kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Raja H Fisabilillah, dan Jalan Yos Sudarso yang biasanya menuju Tiban dan Sekupang melalui jalur Sungai Ladi kini tidak bisa melintas seperti biasa. Pengendara terpaksa memutar melalui kawasan Lubukbaja atau Kampung Merah, Baloi.

Pengalihan arus tersebut membuat volume kendaraan meningkat di sejumlah persimpangan, terutama pada jam pulang kerja. Kendaraan yang menuju Tiban harus melewati Baloi dan berhadapan dengan arus kendaraan dari jalan-jalan perumahan di sepanjang Jalan Bunga Raya.

Kepadatan semakin terasa di kawasan putaran balik dan lampu lalu lintas Simpang Baloi. Kendaraan bergerak perlahan, bahkan harus berhenti cukup lama sebelum mendapat kesempatan melintas. Akibatnya, waktu tempuh pengendara menjadi lebih panjang.

“Luar biasa macetnya. Karena semua kendaraan yang mau ke Tiban tak bisa lagi melalui flyover. Harus mutar ke Baloi semua,” ujar Anwar, seorang pengendara yang merasakan langsung dampak pengalihan arus tersebut.

Menurut pengendara, penutupan akses membuat jalur alternatif menanggung volume kendaraan jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal. Pertemuan arus dari berbagai arah, ditambah kendaraan yang keluar masuk kawasan permukiman, turut memperlambat pergerakan lalu lintas.

Di tengah kemacetan, personel polisi lalu lintas terlihat berupaya mengurai antrean kendaraan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuat jalur khusus bagi kendaraan yang hendak berbelok menuju Tiban di lampu merah Simpang Baloi.

Pengaturan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar kendaraan menuju Tiban tanpa semakin menghambat arus dari arah lain. Namun, tingginya volume kendaraan yang dialihkan membuat antrean masih terjadi, terutama pada sore hari ketika aktivitas masyarakat dan arus pulang kerja meningkat bersamaan.

Warga berharap perbaikan gorong-gorong di bawah Hotel Vista dan pekerjaan di sekitar U-turn depan RS Awal Bros dapat dipercepat. Penyelesaian kedua pekerjaan tersebut dinilai penting untuk memulihkan kelancaran lalu lintas, khususnya bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur menuju Tiban dan Sekupang.

Selain percepatan pekerjaan, masyarakat berharap pengaturan lalu lintas selama penutupan akses terus dioptimalkan. Kejelasan jalur alternatif dan pengaturan arus yang efektif diperlukan untuk mengurangi waktu tempuh serta mencegah antrean kendaraan semakin panjang pada jam sibuk. (*)

Editor : Putut Ariyo
Hotel Vista macet Batam tiban Simpang Baloi sekupang