Seminar Hari Santri di Polibatam Bahas Tantangan AI

Jamil Qasim • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:11 WIB
Wakil Direktur III Politeknik Negeri Batam sekaligus Ketua PCNU Kota Batam,  Dr. H. Muhammad Zaenudin, saat memberikan sambutan di seminar nasional bertema “Modernisasi Pesantren dan Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI)” di Auditorium Lantai 2 Gedung PES Politeknik Negeri Batam, Jumat (23/10).
Wakil Direktur III Politeknik Negeri Batam sekaligus Ketua PCNU Kota Batam, Dr. H. Muhammad Zaenudin, saat memberikan sambutan di seminar nasional bertema “Modernisasi Pesantren dan Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI)” di Auditorium Lantai 2 Gedung PES Politeknik Negeri Batam, Jumat (23/10).

Gus Rozin: Transformasi Digital Pesantren Harus Berlandaskan Etika Keilmuan

batampos – Transformasi digital di lingkungan pesantren tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi atau memindahkan aktivitas pembelajaran ke ruang daring. Lebih dari itu, santri perlu dibekali kemampuan memahami, menilai, dan ikut membentuk ekosistem digital dengan tetap berpegang pada etika keilmuan pesantren.

Hal tersebut disampaikan KH. Abdul Ghoffar Rozin, M.Ed., atau yang akrab disapa Gus Rozin, dalam Seminar Nasional bertema “Modernisasi Pesantren dan Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI)” di Auditorium Lantai 2 Gedung PES Politeknik Negeri Batam, Jumat (23/10).

Menurut Gus Rozin, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menuntut pesantren untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Santri juga perlu memiliki kemampuan kritis dan pemahaman etis agar dapat berperan dalam perkembangan ekosistem digital.

“Yang lebih penting adalah menumbuhkan kemampuan santri untuk memahami, menilai dan ikut membentuk ekosistem digital dengan etika keilmuan pesantren,” jelasnya.

Seminar nasional yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas santri, siswa madrasah, pengasuh pondok pesantren, guru madrasah, pengurus PCNU Kota Batam, perwakilan MWCNU se-Kota Batam, Muslimat NU, serta unsur lainnya.

Kegiatan yang digagas Politeknik Negeri Batam dan PCNU Kota Batam diawali dengan sambutan Dr. H. Muhammad Zaenudin, Wakil Direktur III Politeknik Negeri Batam sekaligus Ketua PCNU Kota Batam. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi pemacu para santri untuk bisa menjadi teknokrat kedepannya yang berkarakter santri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dr. H. Zoztafia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau.

Selain Gus Rozin yang merupakan Wakil Ketua Umum PBNU dan mantan Staf Khusus Presiden RI periode 2017–2019, seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang pendidikan Islam, pesantren, dan teknologi.

Mereka adalah Dr. H. Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI; Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim,, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga sekaligus praktisi pesantren; Ari Nugrahanto, Program Director Infinite Learning; serta Mir’atul Khusna Mufida, Ph.D., dosen Politeknik Negeri Batam.

Paparan materi dipandu moderator dalam sesi seminar yang mempertemukan perspektif pengelolaan pesantren, pendidikan Islam, dan perkembangan teknologi. Kehadiran para narasumber dari berbagai latar belakang diharapkan memperkaya diskusi mengenai arah modernisasi pesantren dan madrasah di tengah pesatnya perkembangan AI.

Pemanfaatan kecerdasan buatan membuka peluang bagi lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan metode pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber pengetahuan, serta meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik. Namun, penerapannya membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, serta pemahaman etika agar teknologi digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Modernisasi pesantren dan madrasah bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Upaya tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas pendidikan Islam.

Melalui seminar nasional ini, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai strategi menghadapi perubahan teknologi sekaligus memperkuat peran pesantren dan madrasah dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjawab tantangan zaman.

Peringatan Hari Santri melalui forum akademik ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa santri dan lembaga pendidikan Islam memiliki ruang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk dalam menyikapi hadirnya kecerdasan buatan. (*)

Editor : Jamil Qasim
Seminar Nasional