Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bantu Atasi Masalah PDAM Tirta Kepri, Pemprov Bergegas Tuntaskan Proyek Pipa

batampos • Selasa, 17 Oktober 2023 | 07:14 WIB
Photo
Photo

Photo
Photo
batampos-Pemprov Kepri menaruh perhatian serius terhadap persoalan yang dialami PDAM Tirta Kepri. Salah satunya adalah terkait kebocoran pipa yang menyebabkan perusahaan tersebut kehilangan pendapatan dengan belasan miliar.


“Proyek jaringan pipa ini adalah merupakan salah satu pembangunan infrastruktur strategis Pemprov Kepri tahun ini,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pipa Tanjungpinang, Dona Astriana,Senin (16/10) di Tanjungpinang


Menurut pejabat Dinas PUPP Provinsi Kepri ini, pembangunan infrastruktur pipa ini adalah upaya Pemprov Kepri untuk membantu mengurai persoalan PDAM Tirta Kepri. Disebutkannya, salah satu masalah yang turut menjadi penghambat adalah kebocoran pipa.


“Seperti yang sama-sama kita ketahui, tingkat kebocoran pada infrastruktur pipa milik PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang cukup tinggi. Kerusakan terjadi, karena pipanya berada di badan jalan,” jelasnya.


Disebutkannya, sampai saat ini, progres pekerjaan sudah pada angka 60 persen. Pihaknya optimis pekerjaan penting ini akan selesai tepat waktu. Ia berharap, dengan tuntaskan pekerjaan strategis ini, meskipun belum sepenuhnya selesai, tetapi bisa menekan angka kebocoran yang terjadi.



“Ada dua pekerjaan yang sedang kita gesa saat ini. Pertama adalah pemasangan pipa PCM dan pipa RDP,” jelasnya.


Lebih lanjut katanya, untuk pemasangan pipa RDP akan dilakukan dari km 13 sampai Pos Polisi Bintan Centre. Kemudian untuk pipa PCM dari Pos Polisi sampai ke Simpang Kota Piring.


“Pagu Anggaran adalah sekitar Rp12 miliar lebih. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nuansa Bintan,” jelasnya lagi.


Ditambahkannya, adapun kendala sekarang ini adalah utulitas yang kurang mendukung untuk lintasan pipa HDPE yang sedang dikerjakan.


“Selain itu, penggalian untuk pemasangan pipa juga harus dilakukan secara hati-hati, karena berada di area kabel optik,” tutupnya.


Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri dari tahun ketahun terus meningkat. Jika pada 2020 kebocoran masih pada angka 42 persen, maka pada tahun 2021 lalu menjadi 43,95 persen.


Kondisi ini disebabkanya banyak pipa primer rusak atau bocor. Menurutnya, dari laporan PDAM jumlah produksi adalah 9,4 juta kubik. Namun yang tersalur hanya pada angka 7,8 juta kubik. Melihat dari angka ini, PDAM kehilangan pendapatan sekitar Rp12 miliar.


“Kami harapkan pekerjaan selesai tepat waktu, sehingga pelayanan PDAM bisa dioptimalkan. Meskipun kenyataanya, Pulau Bintan masih mengalami defisit air baku,” ujar Rudy Chua, kemarin. (*)


reporter: jailani

Editor : batampos
#tanjungpinang