batampos – Pemko Tanjungpinang memastikan saat ini belum membutuhkan investasi alfamart atau indomaret masuk ke Tanjungpinang. Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan mengatakan saat belum menerima laporan terkait adanya perizinan yang masuk ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang terkait investasi ritel alfamart atau indomaret.
Kata Hasan, pihaknya bukan menolak investor yang ingin masuk di Kota Tanjungpinang, tetapi harus dipilah dan melalui kajian yang matang agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.
Saat ini terdapat 87 minimarket, supermarket, hypermarket yang terdata dan aktif di Kota Tanjungpinang.
Pj Wali Kota Tanjungpinang, Hasan.
“Maka Pemko Tanjungpinang akan berupaya dengan berkolaborasi dengan pemilik ritel yang telah ada tersebut untuk dilakukan pembenahan agar keberadaannya terus berkembang dan mampu bersaing,” ucap Hasan.
Ia menambahkan, pembenahan dimaksud menyangkut beberapa aspek mulai dari percepatan digitalisasi daerah untuk retail, melakukan inovasi ekonomi kreatif dengan revitalisasi tampilan, memperhatikan jumlah dan upah karyawan, hingga pemberdayaan UMKM.
“Misalnya dengan percepatan penerapan dan perluasan sistem digitalisasi terhadap swalayan yang ada untuk menambah daya tarik masyarakat dan memberi kemudahan untuk berbelanja,” terangnya.
Termasuk melakukan inovasi ekonomi kreatif dan revitalisasi tampilan supermarket agar lebih menarik dan nyaman. Dengan strategi dalam pengelolaannya, maka diharapkan akan mampu mengimbangi dengan retail nasional. (*)