Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Biar Tak Fomo, Yuk Pahami Makna Simbol Asap Putih dan Hitam yang Keluar dari Cerobong Kapel Sistina dalam Konklaf Vatikan

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 7 Mei 2025 | 20:55 WIB

 

ILUSTRASI asap yang keluar dari cerobong kapel Sistina di Vatikan saat konklaf berlangsung.
ILUSTRASI asap yang keluar dari cerobong kapel Sistina di Vatikan saat konklaf berlangsung.

Batampos - Setiap kali Gereja Katolik Roma menggelar konklaf untuk memilih Paus baru, dunia menanti satu simbol yang sangat ikonik, yakni asap putih dan asap hitam.

Kedua asap berbeda warna itu mengepul dari cerobong kapel Sistina, tempat dilaksanakannya konklaf secara tertutup.

Lantas, apa makna di balik dua simbol itu? Ini penjelasannya seperti dikutip dari BBC News : What the Smoke Signals from the Sistine Chapel Really Mean, yakni:

Asap Hitam menandakan Paus belum terpilih

Jika tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas dua pertiga suara dari kardinal elektor, maka hasil tersebut dianggap belum final.

Surat suara yang digunakan pada saat itu akan dibakar dengan tambahan bahan kimia khusus untuk menghasilkan asap hitam. Asap ini menjadi simbol bahwa belum ada Paus yang terpilih, dan proses pemungutan suara akan berlanjut.

Baca Juga: Mercusuar Karang Singa Jadi Penanda Kedaulatan RI

Asap hitam biasanya mengepul dua kali sehari. Sekali di pagi hari dan sekali di sore hari, selama konklaf berlangsung.

Asap Putih artinya Paus Baru Telah Dipilih

Asap ini hanya mengepul sekali. Tandanya seorang kandidat berhasil memperoleh dua pertiga suara, dan kemudian para kardinal membakar surat suara menggunakan bahan kimia yang menghasilkan asap putih.

Inilah momen yang sangat dinanti oleh umat Katolik bahkan seluruh warga di seluruh dunia.

Asap putih berarti konklaf telah selesai dan Paus baru telah dipilih.

Apakah selesai di situ saja? Tidak. Karena tak lama setelah itu, lonceng Basilika Santo Petrus akan dibunyikan, paus dan camerlengo serta seluruh perwakilan akan keluar di balkon untuk mengumumkan Habemus Papam yang artinya Kita sudah memiliki Paus.

Biasanya, ratusan ribu publik di basilika Santo Petrus akan berkumpul menunggu pengumuman resmi ini.

Menurut laporan Catholic News Agency, proses pembakaran surat suara telah terjadi perubahan sejak abad ke-20. Sebelum 1958, warna asap kadang tidak jelas dan menimbulkan kebingungan.

Oleh karena itu, sejak konklaf Paus Paulus VI, bahan kimia mulai ditambahkan untuk memastikan warna asap benar-benar terlihat jelas: hitam atau putih.

Campuran kimia yang digunakan untuk asap hitam antara lain adalah potassium perchlorate, anthracene, dan sulfur, sedangkan untuk asap putih digunakan potassium chlorate, lactose, dan pine rosin. Proses ini dikontrol dengan sangat ketat oleh petugas khusus yang ditunjuk Vatikan.

Baca Juga: Jangan Dibuang! Biji Nangka Bisa Jadi Cemilan Enak dan Bergizi

Asap putih dan hitam ini, bukan hanya simbol teknis, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam bagi umat Katolik.

Asap putih merupakan simbol terang, harapan, dan bimbingan Roh Kudus yang dipercaya mendampingi para kardinal dalam memilih pemimpin baru Gereja.

Sebaliknya, asap hitam adalah simbol bahwa Gereja masih dalam masa penantian dan pencarian pemimpin yang layak. Jadi, boleh dikatakan tradisi asap hitam dan putih konklaf ini bukan sekadar seremoni. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#asap hitam #Kapel Sistina di Vatikan #Conclave #asap putih #katolik #Konklaf #Konklaf 2025