Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Paus Leo XIV dan Makna di Balik Nama Kepausannya

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 9 Mei 2025 | 20:35 WIB

Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV.

Batampos - Nama Leo merupakan nama kelima paling populer di kalangan para paus. Direktur Takhta Suci menyebutkan, bahwa pilihan ini merupakan referensi langsung kepada Paus Leo XIII, yang memimpin Gereja Katolik sejak 1878 hingga wafatnya pada 1903 lalu.

Leo XIII dikenal sebagai pelopor ajaran keadilan sosial Gereja Katolik melalui ensiklik terkenalnya, Rerum Novarum (“Hal-Hal Baru”), yang menjadi dasar doktrin sosial Gereja modern.

Baca Juga: Gereja Katolik Miliki Paus Baru Yakni Leo XIV, Ternyata Pernah Berkunjung ke Indonesia

"Dalam sejarah, para paus bernama Leo dikenal kuat," ujar Pastor Vito Crincoli seperti dikutip dari ABC News, Jumat (9/5/2025) sore.

Dia menambahkan, seperti Leo XIII yang mencintai umatnya. Ia menganggap pekerjaan manusia sebagai cerminan martabatnya.

Meski paus tidak diwajibkan mengganti nama, seluruh paus dalam 470 tahun terakhir memilih nama baru, biasanya untuk menghormati pendahulunya dan menunjukkan niat melanjutkan teladan mereka. Paus Fransiskus menjadi pengecualian, memilih nama Santo Fransiskus dari Assisi.

Sebelumnya, menjelang konklaf, Robert Prevost telah diprediksi sebagai kandidat kuat oleh berbagai pengamat Vatikan. Pastor James Martin dari ABC News menyebut Leo sebagai sosok yang rendah hati, baik hati, dan penuh kehangatan.

Ia merupakan satu-satunya kardinal asal Amerika Serikat yang masuk daftar "papabile" atau calon paus kuat versi Associated Press.

Akhirnya, ia pun terpilih. Selain sebagai paus pertama dari Amerika Serikat, Leo XIV juga merupakan biarawan Ordo Augustinian pertamayang menjabat sebagai paus. Ia lulus dari Universitas Katolik Villanova, 1977 lalu.

"Kami merayakan hari bersejarah ini, baik bagi komunitas kampus kami maupun bagi Gereja global," ujar Rektor Villanova, Pastor Peter Donohue.

Baca Juga: Mabuk di Jembatan Dompak, 18 Pria Diangkut Polisi, Dihukum Denda Rp350 Ribu Per Orang

Leo memperoleh diploma teologi dari Catholic Theological Union di Chicago pada 1982 lalu, dan kemudian belajar hukum kanon di Universitas Santo Thomas Aquinas, serta ditahbiskan menjadi imam pada 19 Juni 1982.

Ia pernah menjalani misi di Chulucanas, Peru, mulai dari1985–1986, kembali ke Amerika Serikat, dan kemudian mengabdi lagi di sana setahun setelahnya hingga akhir 1990-an. Dari situ, pria berdarah Perancis, Italia, dan Spanyol ini mendapatkan kewarganegaraan dari Peru.

Dipercaya oleh Paus Fransiskus

Paus Fransiskus mengangkat Robert Prevost menjadi uskup Chiclayo, Peru, pada 2014. Ia juga sempat menjabat administrator apostolik di Keuskupan Callao pada 2020.

Sejak 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, badan Vatikan yang mengatur pengangkatan uskup di seluruh dunia. Ia juga menjadi Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Dalam wawancara 2024, Leo menyebutkan, seorang uskup bukanlah "pangeran kecil" yang duduk di takhtanya, tetapi harus hidup sederhana, dekat dengan umat, dan ikut merasakan penderitaan mereka.

Selama bertugas Papal Leo. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Paus Leo XIV #Pope Leo XIV #katolik