Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dorong Penguatan Tata Kelola Kawasan Konservasi Perairan Nasional, Anambas Foundation Hadir Dalam Simposium MPA-OECM di Bogor

Ihsan Imaduddin • Minggu, 18 Mei 2025 | 15:46 WIB
Ketua Yayasan Anambas Foundation, Devina Mariskova
Ketua Yayasan Anambas Foundation, Devina Mariskova

batampos-Yayasan Anambas Foundation hadir dalam forum Simposium Marine Protected Area (MPA) dan Other Effective Area-based Conservation Measures (OECM) guna memperkuat konservasi kawasan perairan nasional.

Kegiatan ini digelar oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan simposium membahas berbagai topik strategis, antara lain penguatan tata kelola kawasan konservasi, peran MPA dalam melindungi biodiversitas dan mitigasi perubahan iklim, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi ilmiah dalam pemantauan kawasan serta peran OECM dalam mendukung konservasi laut di luar kawasan formal.

Ketua Yayasan Anambas Foundation, Devina Mariskova mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyebarluaskan informasi kepada publik tentang OECM. Selama ini, masyarakat lebih mengenal konsep MPA.

"Padahal penerapan OECM bisa memperluas cakupan perlindungan wilayah dan meningkatkan peran serta masyarakat lokal. Dampaknya, upaya perlindungan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujar Devina Mariskova, kepada batampos, Minggu, (18/5).

Menurutnya, konsep OECM sangat relevan bagi petugas Anambas Foundation karena sejumlah kegiatan mereka melibatkan area non-MPA seperti pada pertanian hutan, namun memiliki nilai konservasi tinggi.

"Kami juga terlibat dalam penguatan peran masyarakat lokal melalui pendekatan konservasi berbasis ekonomi dan sosial," jelas Devina.

Kemudian selama ini, Anambas Foundation aktif mendukung kegiatan konservasi di wilayah Anambas dan laut sekitarnya melalui program pelestarian penyu, pemantauan dan rehabilitasi karang dan koral, pemberdayaan masyarakat pesisir, dan edukasi lingkungan.

Dia menambahkan pada kegiatan ini, seluruh organisasi peduli lingkungan sepakat untuk melibatkan masyarakat dalam konservasi agar tercipta dampak yang berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan program-program dari Anambas Foundation seperti pengembangan ekowisata, pengelolaan sampah berbasis komunitas, peningkatan ketrampilan masyarakat lokal dan edukasi lingkungan, yang semuanya bertujuan mendukung perlindungan ekosistem dan pada saat bersamaan juga memajukan ekonomi lokal.

Namun, dalam pelaksanaannya, Anambas Foundation memiliki tantangan tersendiri untuk menggaet wisatawan untuk berekreasi di kawasan konservasi Anambas dan laut sekitarnya.

"Tantangan infrastruktur seperti transportasi memang menjadi hambatan utama. Kami mendorong solusi inovatif seperti kolaborasi dengan pelaku wisata lokal, pengembangan model tur berbasis desa, serta promosi digital untuk menarik wisatawan peminatan khusus yang peduli pada prinsip keberlanjutan," terang Devina.

Meski demikian, Anambas Foundation berharap pengembangan ekowisata di Anambas dan laut sekitarnya dapat diarahkan pada model wisata edukatif yang berskala kecil dan berkelanjutan, bukan wisata massal.

"Dengan pendekatan ini, keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir dapat tetap terjaga, sekaligus meminimalkan potensi dampak negatif seperti peningkatan sampah dan kerusakan lingkungan," kata dia.

Pada kesempatan itu, turut juga ditampilkan poster 'Beyond Ecosystem' merupakan karya Dominikus Yoeli Wilson Laia.David Alfred Nemazie,Rahmat Irfansyah dari LKKPN Pekanbaru yang merupakan mitra dari Anambas Foundation.

Photo
Photo

Menurut Devina, poster Beyond Ecosystem sangat menggugah karena menampilkan peran masyarakat dalam menjaga wilayah yang bernilai konservasi tinggi di luar kawasan konservasi Anambas dan laut sekitarnya.

"Ini selaras dengan pendekatan kami yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dan pengakuan terhadap kontribusi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem," kata Devina.

Terakhir Devina berharap forum simposium ini rutin digelar minimal setahun sekali. Bahkan, ia mengusulkan dalam pelaksanaan nanti harus melibatkan komunitas lokal.

"Harus melibatkan komunitas lokal agar suara mereka juga terdengar langsung dalam forum nasional seperti ini. Dan selamat kepada Konsorsium MPA-OECM yang baru saja menandatangani MoU dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, kami berharap kedepannya dapat bekerjasama dengan fokus pengembangan MPA-OECM di wilayah Barat Indonesia," pungkas Devina.

Dengan hadirnya Anambas Foundation di forum ini dapat memberikan angin segar untuk Kabupaten Anambas dalam mengelola kawasan konservasi Perairan Anambas dan laut sekitarnya. Diharapkan juga, masyarakat bisa langsung terlibat dalam kegiatan pengembangan serta menjaga kawasan konservasi. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#anambas foundation