Batampos - Aktivis konservatif sekaligus salah satu pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk, 31, tewas, setelah ditembak dalam sebuah acara di Utah Valley University (UVU) di Utah, Amerika Serikat (AS), Rabu (10/9) waktu setempat.
Pihak berwenang menyatakan, pelaku penembakan masih buron dan operasi pencarian besar-besaran sedang berlangsung. Dua orang sempat ditahan sebelumnya, namun dibebaskan karena tidak terkait dengan penembakan tersebut.
Kirk hadir di UVU dalam rangkaian tur organisasinya, The American Comeback Tour, dan sedang berbicara dalam sebuah acara debat terbuka bertajuk “Prove Me Wrong”. Video dari lokasi menunjukkan, Kirk tengah berbicara kepada ribuan mahasiswa ketika tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Polisi kampus segera mengevakuasi gedung. Sumber kepolisian menyebut hanya satu tembakan yang dilepaskan, dan Kirk menjadi satu-satunya korban. Dugaan sementara, tembakan berasal dari atap Losee Center, salah satu gedung layanan mahasiswa di kampus.
Departemen Keamanan Utah mengungkapkan, sekitar 3 ribu orang hadir dalam acara tersebut. Begitu Kirk ditembak di bagian leher, keriuhan terjadi dimana seluruh yang hadir berlari berpencar untuk menyelamatkan diri.
Kirk sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Dia meninggalkan satu istri, Erika, dan dua anak yang masih berusia 3 tahun dan 1 tahun. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak