Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pemimpin Gereja Unifikasi Diperiksa dalam Kasus Tuduhan Suap Mantan Ibu Negara Korea Selatan

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 17 September 2025 | 19:35 WIB

Pimpinan gereja Unifikasi Korsel, Han Hak-ja saat mendatangi kantor kejaksaan Distrik Seoul. Ia Diperiksa terkait dugaan keterlibatan kasus suap terhadap mantan ibu negara Kim Keon Hee.
Pimpinan gereja Unifikasi Korsel, Han Hak-ja saat mendatangi kantor kejaksaan Distrik Seoul. Ia Diperiksa terkait dugaan keterlibatan kasus suap terhadap mantan ibu negara Kim Keon Hee.

Batampos -  Pemimpin Gereja Unifikasi Korea Selatan (Korsel), Han Hak-ja, menjalani pemeriksaan terkait keterlibatannya dalam menyuap istri mantan presiden Yoon Suk Yeol, Kim Keon Hee, di kantor Kejaksaan Seoul, Rabu (17/8/2025). Pemeriksaannya ini sebagai bagian dari penyelidikan pidana terhadap pasangan mantan presiden tersebut.

Saat datang, Hak-ja tampak berjalan memasuki kantor kejaksaan. Dia diperiksa selama sembilan jam. Ia kemudian keluar dari kantor kejaksaan dengan menggunakan kursi roda, sambil melewati kerumunan media yang menyerbunya dengan beragam pertanyaan. "Tidak," ujarnya tegas saat menjawab pertanyaan media ketika ditanya apakah dirinya yang memerintahkan penyuapan, seperti dilansir dari Reuters, malam ini.

Menurut tim jaksa khusus Seoul, sebuah ambulans yang disiapkan pihak Han telah bersiaga selama pemeriksaan. "Saya kurang sehat," ujarnya saat ditanya alasan memilih hadir kali ini setelah sebelumnya menolak panggilan pemeriksaan.

Han, yang dijuluki "true mother" oleh para pengikutnya, adalah istri dari pendiri Gereja Unifikasi, Moon Sun-myung, yang meninggal pada 2012 lalu.

Jaksa telah mendakwa mantan Ibu Negara Korsel, Kim Keon Hee atas tuduhan suap dan pelanggaran lainnya dalam penyelidikan yang semakin meluas terkait dugaan kesalahan sebelum dan selama masa kepresidenan suaminya, Yoon. Kim saat ini dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan.

Han Hak-ja dituduh memerintahkan kelompok keagamaan tersebut untuk menyuap mantan ibu negara dan Kweon Seong-dong, seorang anggota parlemen senior sekaligus orang dekat Yoon.

Baca Juga: Indomie Soto Banjar di Taiwan Mengandung Etilen Oksida, Apa Itu dan Seberapa Berbahaya?

Di waktu yang sama, Kweon dari Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif ditahan karena dikhawatirkan akan merusak barang bukti. Ia membantah menerima suap dari gereja.

Wakil jaksa khusus, Kim Hyong Kun mengatakan, Han tidak menggunakan hak untuk diam dan memberikan jawaban yang cukup terkait dugaan pelanggaran pendanaan politik dan undang-undang antisuap.

Menurutnya, jaksa belum mempertimbangkan penerbitan surat perintah penahanan terhadap Han karena ia sudah bersedia hadir untuk diperiksa.

Sementara itu, Yoon yang juga sedang ditahan kini menjalani sidang atas tuduhan makar yang dilayangkan jaksa khusus lain terkait upaya gagal untuk memberlakukan darurat militer.

TAS CHANEL DAN KALUNG BERLIAN

Kim Keon Hee dituduh menerima suap senilai 80 juta won (sekitar Rp 955.551.200,-) berupa dua tas Chanel dan satu kalung berlian dari seorang pejabat Gereja Unifikasi sebagai imbalan atas pengaruhnya untuk membantu kepentingan bisnis gereja.

Pejabat gereja tersebut telah ditangkap dan didakwa dengan tuduhan termasuk pelanggaran undang-undang antisuap.

Pihak pengacara Kim membantah semua tuduhan, termasuk soal pemberian hadiah tersebut.

Baca Juga: Diketahui dari Prilaku Tak Wajar Sang Anak, Ibu Korban Laporkan Pencabulan yang Dilakukan Tetangganya

Han sendiri menyebut tuduhan terhadapnya adalah tidak benar. Gereja Unifikasi, yang secara resmi bernama Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Unifikasi Dunia, sebelumnya menyatakan sangat menyesalkan kegagalan mencegah penyimpangan yang dilakukan mantan pejabat seniornya, tetapi membantah keterlibatan dalam kasus tersebut.

Didirikan di Korea Selatan pada 1950-an oleh Moon yang mengaku sebagai mesias, kelompok ini dikenal dengan pernikahan massal dan kerap menuai kritik terkait penggalangan dana serta isu lain, termasuk skandal politik di Jepang setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Dalam situs resminya, Gereja Unifikasi menyerukan agar para anggota mendoakan Han dan menahan diri untuk tidak menggelar aksi membela dirinya. "Hanya doa yang tenang dan pengabdian yang sungguh-sungguh yang dapat membuat kita bersamanya," tulis Gereja Unifikasi terhadap pemeriksaan Han Hak-ja tersebut. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#korea selatan #Kasus Suap Abu Negara Korsel #Pemimpin Gereja Unifikasi Korsel Terlibat Kasus Suap #Kim Keon Hee #internasional #Han Hakja