Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Presiden AS Donald Trump Tiba di Inggris, Diterima Keluarga Kerajaan dan Ikut Prosesi Kereta Kuda dan Bahas Investasi AI

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 17 September 2025 | 20:43 WIB

Raja Inggris, Charles III dan Presiden AS Donald Trump saat di atas kereta kencana Inggris di Kastil Windsor, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris. F reuters
Raja Inggris, Charles III dan Presiden AS Donald Trump saat di atas kereta kencana Inggris di Kastil Windsor, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Trump ke Inggris. F reuters

Batampos -  Raja Charles dan keluarga kerajaan Inggris lainnya, seperti Ratu Camilla, Pangeran William dan Putri Kate, menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan ibu negara Melania Trump di Inggris. Kunjungan kenegaraan keduanya ke Inggris ini disambut dengan kemegahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti pengamanan ketat, investasi teknologi, serta aksi protes dan tentu saja, prosesi menaiki kereta kuda di halaman istana.

Trump dan istrinya, Melania, tiba di Kastil Windsor, istana tertua dan terbesar yang masih dihuni serta menjadi kediaman keluarga kerajaan Inggris selama hampir 1.000 tahun. Ia disambut oleh keluarga kerajaan.

Menjelang jamuan makan malam mewah, akan digelar parade udara militer, bagian dari rangkaian penyambutan kenegaraan yang disebut-sebut sebagai upacara militer terbesar dalam sejarah modern Inggris.

Baca Juga: Kontroversi Gereja Unifikasi di Korea Selatan: Misi Perdamaian Dunia, Keterlibatan Politik, hingga Pernikahan Massal

Trump, yang dikenal sebagai penggemar keluarga kerajaan, tidak menyembunyikan rasa senangnya karena menjadi bukan hanya presiden AS pertama, tetapi juga politisi terpilih pertama yang diundang dua kali oleh seorang raja Inggris untuk kunjungan kenegaraan.

Setibanya di Inggris, ia mengatakan kepada wartawan bahwa ia mencintai negeri itu. "Ini tempat yang sangat istimewa," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/9/2025).

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer berharap dapat memanfaatkan sentimen kunjungan Trump ini demi keuntungan Inggris, saat pemerintahnya berupaya memperkuat hubungan khusus kedua negara, memperdalam kerja sama ekonomi, mengamankan investasi bernilai miliaran dolar, membahas tarif, serta menekan presiden AS mengenai isu Ukraina dan Israel.

Sejumlah perusahaan termasuk Microsoft, Nvidia, Google, dan OpenAI telah berjanji akan menanamkan investasi sebesar 31 miliar poundsterling (USD 42 miliar) di Inggris dalam beberapa tahun mendatang, khususnya di bidang kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan energi nuklir sipil.

Starmer juga menginginkan kemajuan lebih lanjut dalam perdagangan, setelah Inggris mencapai kesepakatan pertama dengan Trump untuk menurunkan beberapa tarif. Pembahasan diperkirakan mencakup sisa tarif atas baja, wiski, dan salmon.

Baca Juga: Indomie Soto Banjar di Taiwan Mengandung Etilen Oksida, Apa Itu dan Seberapa Berbahaya?

"Mereka ingin melihat apakah bisa menyempurnakan kesepakatan dagang sedikit," ujar Trump sebelum meninggalkan Gedung Putih menuju Inggris pada Selasa, waktu setempat.

Namun, sementara Starmer mengandalkan daya tarik keluarga kerajaan untuk meluluhkan hati Trump, yang dimana ibunya berasal dari Skotlandia itu, banyak tantangan tetap menghadang perdana menteri Inggris tersebut.

Survei menunjukkan, Trump tidak populer di Inggris. Starmer, yang menghadapi anjloknya peringkat elektabilitas serta masalah ekonomi, harus membuktikan bahwa kartu truf kerajaan yang dimainkannya benar-benar bisa membawa keuntungan. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#amerika serikat #Kunjungan Trump ke Inggris #inggris #raja charles #internasional