Batampos - Badai siklon ragasa menerjang wilayah selatan Tiongkok, sejak Selasa (23/9/2025). Setelah melewati sekitar 100 km di selatan Hong Kong, Ragasa mendarat di sepanjang pesisir selatan Tiongkok.
Kota besar di jalurnya, yakni Guangzhou, Shenzhen, Foshan, dan Dongguan yang dihuni sekitar 50 juta orang.
Lebih dari 2 juta orang dievakuasi di seluruh Guangdong, dan kementerian darurat mengirimkan puluhan ribu tenda, tempat tidur lipat, peralatan penerangan, dan pasokan penyelamatan lainnya, menurut media pemerintah Tiongkok.
Beberapa toko dan restoran di provinsi itu bahkan memarkir truk sewaan besar di depan toko mereka untuk melindungi dari terjangan topan, demikian dilansir dari media lokal Taiwan seperti dikutip dari Reuters.
"Kami tinggal di lantai atas dan melihat tidak terlalu berbahaya, jadi saya ajak anak-anak keluar untuk merasakan hujan dan angin kencang ini," ujar Liang,40, warga Shenzhen.
Baca Juga: Topan Ragasa Hantam Wilayah Selatan Tiongkok, Hong Kong Lumpuh Total dan 17 Warga Taiwan Tewas
"Kami berjalan di jalan terbuka sambil tetap berhati-hati," ujarnya.
Sekelompok orang yang mengejar badai di bawah Jembatan Teluk Shenzhen dipindahkan oleh polisi lalu lintas. " Topannya memang sangat kuat, tapi saya tidak lama berada di luar," kata seorang pengantar makanan dengan skuter listrik bernama Tim, yang menggunakan kendaraannya untuk meninjau kerusakan.
Otoritas kelautan Tiongkok memperingatkan risiko banjir tinggi di Shenzhen, terutama di area rendah, dengan peringatan gelombang pasang diperkirakan tetap berlaku hingga Kamis.
Seorang perempuan dan anak lelakinya berusia lima tahun terseret ke laut pada Selasa setelah menyaksikan topan dari tepi laut Hong Kong, menurut laporan South China Morning Post. Keduanya kini dirawat intensif.
Baca Juga: Kenali Otrovert, Tipe Kepribadian Unik di Luar Introvert dan Ekstrovert
Hong Kong akan menurunkan sinyal topan dari 8 ke 3 setelah pukul 19.20 waktu setempat pada Rabu, kata badan prakiraan cuaca kota itu.
Otoritas rumah sakit menyebut setidaknya 90 orang terluka akibat topan, sementara pemerintah telah membuka 50 tempat penampungan sementara yang menampung 885 orang.
Di pusat judi Makau, yang berbatasan dengan Hong Kong, kasino terpaksa menutup area perjudian mereka. Seorang pengguna aplikasi Xiaohongshu di Tiongkok memperlihatkan video pintu-pintu kasino disegel untuk melindungi dari terjangan angin dan puing. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak