batampos - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi pembunuh menular utama di dunia.
WHO menyatakan bahwa TBC termasuk dalam 10 penyebab kematian utama secara global. Penyakit ini ada di semua negara dan kelompok umur.
Laporan WHO menunjukkan adanya penurunan kematian TBC sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kasus baru juga turun hampir 2%.
"Pada 2024 sekitar 1,23 juta kematian akibat TBC, termasuk sekitar 150.000 orang dengan HIV," tulis WHO, dikutip dari World Health Organization, Minggu (16/11).
TBC merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobat. TBC disebabkan oleh bakteri yang menyerang paru - paru dan menyebar melalui udara ketika batuk, bersin, dan meludah.
WHO juga menyampaikan bahwa pembiayaan untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan TBC tetap terbatas sejak tahun 2020.
Hanya US$5,9 miliar dolar disalurkan tahun lalu. Jauh dari target US$22 miliar dolar per tahun pada 2027.
Ada delapan negara yang menyumbang kasus TBC global:
1. India 25%
2. Indonesia 10%
3. Filipina 6,8%
4. Tiongkok 6,5%
5. Pakistan 6,3%
6. Nigeria 4,8%
7. Republik Demokratik Kongo 3,9%
8. Bangladesh 3,6%
TBC memiliki lima faktor utama yang mendorong penyakit ini, yaitu kekurangan gizi, infeksi HIV, diabetes, kebiasaan merokok, dan alkohol.
Pada tahun 2024, diperkirakan 10,7 juta orang sakit akibat TBC. 5,8 juta pria, 3,7 juta wanita, dan 1,2 juta anak - anak yang terkena TBC.
WHO menyebut TBC sebagai penyebab kematian utama tunggal infeksius di dunia. WHO juga memperingatkan bahwa pemangkasan dana donor internasional dapat menggagalkan kemajuan yang telah dicapai.(*)
Editor : Juliana Belence