Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Scam Melonjak Tiga Kali Lipat, Singapura Perintahkan Google dan Apple Cegah Pesan Penipuan yang Mengatasnamakan Gov.sg Milik Pemerintah

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 25 November 2025 | 17:49 WIB

Kantor Google di Singapura. Pemerintah negara itu memerintahkan Google dan Apple mencegah pesan scam kepada warganya. F Chahaya S/Batam Pos
Kantor Google di Singapura. Pemerintah negara itu memerintahkan Google dan Apple mencegah pesan scam kepada warganya. F Chahaya S/Batam Pos

Batampos -  Pemerintah melalui kepolisian Singapura memerintahkan Apple dan Google untuk mengambil langkah-langkah tegas guna mencegah pesan penipuan yang menyamar sebagai pemerintah melalui iMessage dan Google Messages. Perintah ini dikirimkan Senin (24/11/2025) kemarin.

Kementerian Dalam Negeri (MHA) Singapura mengatakan, langkah-langkah ini bertujuan mencegah pemalsuan (spoofing) ID pengirim "gov.sg" dan nama-nama lembaga pemerintah.

Spoofing adalah teknik yang digunakan penjahat siber untuk menyamar sebagai sumber yang dikenal atau terpercaya.

Langkah-langkah yang diwajibkan antara lain mencegah akun dan grup chat menampilkan nama yang memalsukan "gov.sg" atau lembaga pemerintah, atau menyaring pesan dari akun maupun grup chat dengan nama semacam itu.

Apple dan Google juga harus memastikan bahwa nama profil pengirim tak dikenal tidak ditampilkan atau ditampilkan kurang mencolok dibandingkan nomor telepon mereka. " Ini akan membantu pengguna mengenali dan lebih waspada terhadap pengirim tak dikenal," ujar MHA seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Tangkap 3 Kapal Pengangkut, Kodim 0316 Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras dan Gula 4 Ton ke Batam

Direktif implementasi yang dikeluarkan polisi berdasarkan Online Criminal Harms Act itu mengharuskan dua perusahaan itu mematuhinya paling lambat Minggu ini. "Apple dan Google telah menyatakan akan mematuhi perintah tersebut," kata MHA.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memperbarui aplikasi iMessage dan Google Messages agar perlindungan anti-spoofing terbaru aktif," tambahnya

Menurut data kepolisian Singapura, jumlah kasus laporan penipuan scam ini hampir tiga kali lipat pada paruh pertama 2025, meningkat 199,2 persen menjadi 1.762 kasus, dari 589 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Jenis penipuan ini juga mencatat kerugian terbesar kedua dari seluruh tipe penipuan pada periode tersebut, dengan total kerugian sekitar S$126,5 juta (US$97 juta).

Penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah menyumbang sekitar 28 persen dari seluruh kasus penipuan, dan 34 persen dari total kerugian.

Untuk melindungi masyarakat, lembaga pemerintah menggunakan ID pengirim "gov.sg" pada SMS resmi untuk memudahkan identifikasi pesan asli dari pemerintah.

Namun, MHA menjelaskan, aturan ini tidak berlaku untuk pesan yang dikirim melalui iMessage dan Google Messages, yang tidak menggunakan ID pengirim "gov.sg".

Akibatnya, beberapa orang mungkin mengira pesan scam yang dikirim melalui iMessage atau Google Messages adalah pesan resmi karena warna gelembung teks yang sama, meski berada di jendela percakapan berbeda.

SMS resmi dari gov.sg selalu dikelompokkan dalam satu percakapan, meskipun berasal dari berbagai lembaga.

Polisi juga telah melihat kasus pemalsuan ID pengirim yang terdaftar dalam SMS Sender ID Registry (SSIR) pada iMessage dan Google Messages, termasuk lebih dari 120 kasus yang memalsukan nama SingPost.

“Inilah sebabnya diperlukan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan iMessage dan Google Messages oleh para scammer,” kata kementerian. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Scam #online scam #singapura #Spoofing